Yang pertama adalah setia, setidaknya, mempertahankan cita rasa menu hidangan.
"Sejak berdiri pada 1968, kami, Sop Konro Karebosi mempertahankan menu sop konro yang sama," kata Nia yang juga generasi penerus usaha bisnis kuliner berjenama Sop Konro Karebosi asal Makassar, Sulawesi Selatan ini
Ayah Nia, Hanafie, adalah pendiri Sop Konro Karebosi.
Berjualan awalnya sebagai usaha kaki lima, Hanafie membuat Sop Konro Karebosi naik kasta.
"Kami punya ruko Sop Konro Karebosi di kawasan Lapangan Karebosi Makassar dan sejak itu kami tak lagi berjualan kaki lima di situ," tutur Nia.
Pelajaran kesetiaan, selain menjaga cita rasa, terkandung juga dalam racikan potongan daging serta pelengkap rasa sop konro di Sop Konro Karebosi.
Kata Nia, sejak berdiri sampai dengan sekarang, Sop Konro Karebosi hanya menggunakan kecap manis Bango pada menunya.
"Hal kedua yang juga tak kalah penting adalah inovasi," ujar Nia.
Baca Juga: Jadi CEO Selama 20 Tahun, Mark Zuckerberg Belum Ingin Pensiun
Sejak 2000, ada menu konro bakar di Sop Konro Karebosi di cabang Kelapa Gading, Jakarta Utara
Di Makassar, tak ada konro bakar.
Ide konro bakar diperoleh Nia dari khazanah makanan mancanegara yakni steak yang berbasis daging panggang.
Sementara itu, dalam diskusi pula, Head of Marketing Nutrition UNVR Ari Astuti mengatakan bahwa Makassar dan Jakarta adalah dua tuan rumah FJB 2023.
FJB 2023 Makassar berlangsung pada 7 dan 8 Oktober 2023 di Parking Lot Phinisi Point.