PejuangKantoran.com - Niat Indonesia untuk menjadi cashless society masih terus berjalan. Tiap tahun berbagai kemajuan dan tren pembayaran pun berubah.
Berkaca dari 2023, tren pembayaran digital pun juga terpantau makin tinggi. Coba saja tengok, saat sedang ngantuk di kantor, beli kopi dengan ojol dan uang digital pun jadi pilihan.
Saat makan siang di kantin, scan QR atau transfer pun juga memudahkan orang yang kini enggan mengambil uang tunai.
Mengawali tahun ini, Xendit Group sebagai perusahaan fintech dan payment gateway terkemuka di Asia Tenggara, memaparkan hasil pantauan terhadap tren pembayaran digital sepanjang tahun 2023.
Baca Juga: Debat Terakhir Capres 2024, Prabowo Minta Maaf dan Gibran Menundukkan Badan
Berikut ini beberapa informasi yang dihimpun terkait pola penggunaan layanan Xendit Group oleh merchant, yang dapat memberi gambaran secara menyeluruh mengenai tren pembayaran digital di Indonesia:
1. Virtual Account masih menjadi pilihan utama untuk menerima pembayaran di Indonesia.
Statistik menunjukkan bahwa Virtual Account menjadi pilihan utama di antara metode pembayaran pada kategori Money-In di Indonesia.
Virtual Account memberikan lebih dari 50% dari total volume pembayaran (TPV), mengalami pertumbuhan sebesar 7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Nasib 12 Shio di Tahun Naga Kayu : Prediksi Peruntungan Karier 2024
Hal ini menggambarkan tingkat kepercayaan yang tinggi dalam penggunaan transfer bank dan virtual account di pasar Indonesia.
2. Sektor jasa tetap menjadi yang paling dominan dalam volume transaksi.
Di antara merchant Xendit Group, sektor layanan mencatatkan frekuensi transaksi tertinggi (90 juta), dengan telekomunikasi seluler muncul sebagai kontributor utama pada pertumbuhan ini (pertumbuhan TPV sebanyak 3 kali lipat).
Diikuti oleh layanan keuangan (70 juta) dan produk digital (30 juta).