Tas Branded Bisa Jadi Investasi, tapi Dua Merek Desainer Ini Harga Tasnya Turun hingga 50%

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 15 Januari 2024 | 21:59 WIB
Jane Birkin, tokoh yang menginspirasi Hermes untuk membuat tas Birkin. (Moustique.be)
Jane Birkin, tokoh yang menginspirasi Hermes untuk membuat tas Birkin. (Moustique.be)

PejuangKantoran.com - Memiliki tas merek mewah dari rumah mode dunia sudah lama dianggap sebagai investasi yang menguntungkan, karena tas-tas ini kelak bisa dijual kembali. Bahkan, nilainya bisa naik berkali-kali lipat.

Praktik penjualan kembali tas merek mewah ini tidak disukai rumah-rumah mode tersebut, karena membuat orang mendapatkan keuntungan dari produk palsu. 

Hal ini terjadi ketika situs-situs web barang bekas tidak memiliki proses validasi yang ketat terhadap tas merek mewah yang dititipkan pada mereka.

Pertimbangan lainnya mengapa praktik ini tidak di-approve perusahaan-perusahaan fashion adalah karena desain tertentu bisa dijual lebih mahal di pasar re-sale, dan membuat penjual meraup keuntungan besar. Hal itu menyebabkan konsumen mengabaikan produk yang tidak sesuai dengan nilainya.

Baca Juga: Lowongan Kerja Web Developer di PT Byond Tech Global, Training Pegawai Baru bakal Digelar di Malaysia

Dalam empat tahun terakhir saja, para pembeli sudah menghabiskan 1,3 triliun dollar untuk membeli barang-barang mewah baru, entah itu tas, pakaian, jam tangan, dan perhiasan.

Pasar re-sale meningkat dua kali lipat selama empat tahun terakhir. Tahun lalu, barang mewah senilai 49,3 miliar dollar berhasil terjual di seluruh dunia.

Beberapa merek yang sangat dicari antara lain tas Hermès. Calon pembeli bahkan rela mengeluarkan uang lebih besar untuk membeli tas bekas daripada membeli secara resmi yang prosesnya lebih ribet.

Merek-merek mewah biasanya mengharuskan pembeli berhubungan dengan sales associate, membayar uang muka yang tidak murah, sudah begitu masih harus masuk daftar tunggu selama satu tahun atau lebih.

Tas Birkin 25 biasa yang harganya sekitar 10.000 dollar Ketika dijual lagi harganya bisa menjadi 24.000 dollar atau lebih.

Tas Birkin Ostrich berukuran 25 cm dari Hermès tergolong langka. Hanya 25 tas yang terjual dalam lelang selama satu dekade terakhir.

Tas ini rata-rata dijual seharga 35.000 dollar sejak tahun 2020. Seri Noir Ostrich Birkin 25 tahun 2021 terjual seharga 40.420 dollar pada tahun 2022.

Baca Juga: Pangeran Abdul Mateen Pamerkan Foto Masa Kecilnya bersama Anisha Rosnah: Jodoh Memang Nggak Ke Mana!

Tas Hermès yang langka bisa terjual lebih mahal lagi. Tas Birkin Himalaya bahkan mencetak rekor dunia pada 2020 karena berhasil terjual dalam lelang seharga 382.295 dollar.

Rata-rata, harga tas Hermès bekas harganya 25% lebih mahal daripada tas baru yang dibeli langsung dari toko.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Daily Mail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X