• Kalau hubungan kamu berakhir, akan ada banyak tekanan, kebingungan, kebencian, dan ketidakbahagiaan.
• Skenario terburuknya, kemungkinan terjadinya penyalahgunaan keuangan lebih besar.
Baca Juga: Diperani Jefri Nichol, Mengapa Film Ali Topan Justru Menghapus Julukan Anak Jalanan dari Judulnya?
Sebagai awal, kamu berdua harus satu frekuensi dalam hal:
• Pengetahuan: di mana uang harus ditabung, atau bagaimana uang kalian akan diinvestasikan.
• Tujuan: uang kalian akan dipakai untuk apa, atau apa tujuan bersama yang kamu miliki mengenai keuangan.
• Akses: memiliki password rekening atau pin ATM dari rekening bersama itu.
3. Akui trauma finansial kamu
Mungkin kamu punya kecemasan soal keuangan, karena kamu melihat apa yang terjadi pada keluarga ketika tidak punya uang. Uang bagi kamu menandakan pilihan-pilihan, keamanan, dan stabilitas.
Namun pasangan berpikir bahwa terlalu memikirkan uang akan membuat orang egois, tamak, dan menjadi orang yang culas.
Baca Juga: Lowongan Kerja Senior Fullstack Developer di PT Aigen Global Teknologi
Tidak heran, pembicaraan awal tentang rencana joint account ini sering dilengkapi tangisan, rasa takut, asumsi-asumsi, dan beban emosi.
Pada saat itu, kamu berdua harus sama-sama berbagi mengenai masa lalu dan perspektif kalian, sampai kalian mampu menjalani pembicaraan yang lebih rasional dan tenang.
Membangun pemahaman yang baik mengenai trauma finansial dari pasangan itu tentunya butuh waktu dan kesabaran, karena bagaimana pun pribadi kita dibentuk oleh pengalaman di masa lalu.
4. Butuh upaya jangka panjang