Pengelolaan itu mencakup pengaturan biaya hidup, ongkos jajan, belanja, dan lain sebagainya.
Kedua, Gen Z kudu memiliki strategi mengenai pengeluaran.
Generasi Z pekerja dengan gaji pertamanya, juga harus memiliki strategi pengeluaran uang.
Gen Z pekerja harus selalu mengecek alasan pemakaian uang gaji pertama untuk misalnya makan-makan, pelesir, belanja, dan sebagainya.
Ketiga, Generasi Z pekerja selalu merencanakan dan menaati anggaran belanja dan keuangan yang sudah dia tetapkan.
Gen Z pekerja pun wajib memulai merencanakan anggaran dari gaji pertama.
Paling penting, menaati anggaran yang sudah ditetapkan.
Keempat, Gen Z pekerja silakan pakai skema atau komposisi pengelolaan uang gaji pertama dengan porsi 50 persen, 30 persen, dan 20 persen.
Dari jumlah total gaji pertama, penggunaan 50 persen untuk kebutuhan hidup misalnya belanja kebutuhan sehari-hari, membayar listrik, air, telepon, termasuk pajak.
Sebanyak 30 persen dari total gaji pertama untuk dana makan-makan, dan ongkos kesukaan lainnya.
Lantas, 20 persen dari gaji pertama dipakai Gen Z pertama untuk tabungan atau investasi, termasuk dana cadangan.