PejuangKantoran.com - Generasi Z atau Gen Z mandiri mengelola gaji dengan begini caranya.
Sasaran mengelola gaji secara mandiri kata catatan perbankan Bankrate.com untuk memberikan literasi agar Generasi Z atau Gen Z pekerja tidak menghabiskan gajinya.
"Generasi Z pekerja punya kecenderungan membelanjakan uangnya untuk keperluan yang sebenarnya tidak mendesak," kata informasi Bankrate.com .
Salah satu yang membuat Gen Z pekerja menggunakan uangnya untuk pembelanjaan tak penting adalah FOMO dan YOLO.
FOMO adalah kependekan dari Fear of Missing Out atau ketakutan untuk dianggap ketinggalan zaman.
Sementara YOLO adalah kependekan dari You Only Live Once yakni bahwa hidup hanya sekali, sehingga potensi untuk menikmati hidup, salah satunya, dengan berbelanja maksimal dengan gaji yang dimiliki.
Generasi Z Pekerja
Sementara itu dalam catatan di DBS.id diperoleh informasi, Generasi Z pekerja jika dibandingkan dengan Generasi Milenial adalah generasi unik dalam literasi keuangan.
"Generasi Z kebanyakan mengelola keuangannya dengan digitalisasi dan transaksi nontunai," kata informasi lembaga keuangan perbankan itu.
Pengalaman perbankan menunjukkan bahwa Generasi Z mengelola keuangannya secara mandiri.
Menariknya, dalam pengelolaan mandiri itu, Generasi Z bahkan memisahkan pengaturan keuangannya dengan pasangannya.
Alhasil, ada kecenderungan, meski berpasangan, Gen Z yang sudah menikah, punya laporan keuangan sendiri-sendiri.
Kebanyakan Gen Z berpasangan bahkan cenderung tak punya pengelolaan keuangan sebagai keluarga.
Sementara itu, pengelolaan keuangan mandiri gaji Gen Z bisa berangkat dari pemahaman banyak Gen Z di bidang digital.