saving

3 Gaya Kebiasaan Keuangan dan Investasi Orang-orang di Asia Tenggara Termasuk Indonesia: Krisis Literasi Keuangan

Kamis, 9 Mei 2024 | 20:14 WIB
Ilustrasi: Pejuang kantoran bisa memilih investasi di reksadana pendapatan tetap untuk mendapat peluang cuan. (Freepik/Rawpixel)

 

PejuangKantoran.com - Milieu Insight, sebuah perusahaan software riset dan analisis
terkemuka di Asia Tenggara merilis temuan terbarunya mengenai keuangan pribadi atau
personal finance dan kebiasaan investasi di Asia Tenggara. 

Mereka melakukan studi komprehensif melalui survei kepada 3.000 responden di Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Filipina menyoroti persepsi individu tentang kesuksesan, kebiasaan menabung, kepemilikan kartu kredit, dan kebiasaan pembayaran.

Menurut hasil survei tersebut, mencapai keamanan finansial dan memastikan tabungan pensiun
yang memadai menduduki peringkat kedua setelah kesehatan yang baik, menandakan
pentingnya keberhasilan hidup masyarakat Asia Tenggara. Sentimen ini dipercayai oleh 52%
responden, yang menggarisbawahi pentingnya kesejahteraan finansial di wilayah ini.

Baca Juga: Qatar Airways Perkenalkan Cabin Crew dengan Kecerdasan Buatan (AI)

Krisis literasi keuangan

Namun, hasil survei mengungkapkan tren yang mengkhawatirkan dimana lebih dari 4 dari 10
masyarakat Asia Tenggara hanya menabung hingga 10% dari pendapatan mereka, yang
menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan inisiatif literasi dan perencanaan keuangan
yang lebih baik.

Hal ini menekankan perlunya pemberdayaan individu dengan pengetahuan dan
alat yang tepat yang diperlukan bagi mereka untuk membangun kebiasaan finansial yang baik.

“Studi Milieu Insight mengenai kebiasaan menabung di Asia Tenggara menunjukkan adanya
panggilan dan kebutuhan untuk meningkatkan literasi dan perencanaan keuangan di wilayah
ini. Dengan 46% penduduk di wilayah ini berinvestasi dan sebagian besar jarang
melakukannya, adanya dorongan untuk membekali individu dengan pengetahuan dan alat yang
diperlukan untuk membuat keputusan keuangan yang tepat," ucap Juda Kanaprach, Co-founder dan CCO, Milieu Insight.

"Laporan ini juga menggarisbawahi bahwa masyarakat Asia Tenggara terbuka terhadap masukan para keuangan profesional, menunjukkan kesediaan untuk mencari bimbingan dan keahlian untuk menavigasi rumitnyakeuangan pribadi dan investasi."

Baca Juga: 8 Kesalahan Memakai Paspor yang Sering Dilakukan Orang saat Melakukan Business Trip

Masyarakat Asia Tenggara kehilangan akumulasi kekayaan

Meskipun sekitar separuh penduduk Asia Tenggara memiliki dan menggunakan kartu kredit,
terdapat kesenjangan yang signifikan antar negara, dengan Indonesia sebagai negara dengan
tingkat kepemilikan terendah dan Singapura sebagai negara dengan tingkat kepemilikan
tertinggi.

Namun demikian, 68% pemegang kartu kredit di Asia Tenggara hampir selalu membayar tagihannya secara penuh, hal ini menunjukkan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab di antara sebagian besar pengguna.

Halaman:

Tags

Terkini