saving

SBR013 Resmi Diterbitkan Mulai 10 Juni 2024, dengan Imbal Hasil SBR Tertinggi Sejak 2020!

Selasa, 11 Juni 2024 | 11:19 WIB
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menerbitkan produk Savings Bond Ritel seri SBR013 mulai Senin 10 Juni 2024. (Kemenkeu.go.id)

• Kupon Minimal, artinya tingkat kupon pertama yang ditetapkan akan menjadi kupon minimal yang berlaku sampai dengan jatuh tempo.

4. Memiliki fasilitas early redemption, atau bisa dicairkan lebih awal sebelum jatuh tempo, dengan jumlah maksimal yang bisa diajukan sebesar 50% dari total kepemilikan investor.

Tetapi, fasilitas ini hanya bisa dimanfaatkan investor dengan minimal kepemilikan Rp2 juta di setiap Mitra Distribusi.

Baca Juga: Cara Mendaftar Beasiswa S2 Barcelona Graduate School of Economics untuk Mahasiswa Internasional

Floating with floor lebih disukai?

Selisih (spread) imbal hasil SBR013T2 dengan suku bunga Bank Indonesia ditetapkan 20 basis poin (bps), sedangkan spread kupon SBR013T4 dengan BI Rate 35 bps.

Dengan fitur kupon floating with floor atau mengambang dengan batas minimal, spread ini akan terus berlaku hingga jatuh tempo. Maka, jika suku bunga acuan BI naik, kupon SBR013 berpotensi ikut naik.

Sedangkan jika suku bunga BI turun, maka imbal hasil SBR013 tidak akan turun lebih rendah dari batas minimal.

“Kalau suku bunga BI turun, imbal hasil tidak akan ikut turun. Maka dari itu, disebut floating with floor,” ujar Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Deni Ridwan, saat pemaparan SBReaking News SBR013 di Golden Ballroom The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Senin (10/6/2024).

Menurut Deni, investor saat ini lebih menyukai SBN Ritel yang memiliki kupon floating with floor. Sebab dengan fitur floating with floor, investasi yang ditanamkan akan terlindungi dari inflasi.

Meskipun begitu, SBR bukan berarti tidak memiliki potensi kerugian. Potensi kerugian dari SBR adalah risiko likuiditas. Hal ini karena SBR tidak dapat diperjualbelikan (non tradable) di pasar sekunder.

Baca Juga: Beasiswa S2 dari Barcelona Graduate School of Economics 2024-2025 untuk Mahasiswa Internasional

Artinya, ketika berinvestasi di SBR, kamu hanya akan mendapatkan dana kembali ketika tanggal jatuh tempo.

Pontensi kerugian kedua adalah risiko gagal bayar oleh pihak penerbit. Pemerintah mungkin saja gagal bayar, tetapi lebih bijak untuk memeriksa seberapa besar peluang pemerintah gagal dalam bayar utang-utang negaranya.

Bagaimanapun, dari segi keamanan berinvestasi, SBR lebih aman dibandingkan membeli obligasi perusahaan. SBR cocok untuk investor pemula karena kupon dibayarkan setiap bulan, ditambah jaminan uang kembali setelah jatuh tempo.

Halaman:

Tags

Terkini