saving

5 Cara Agar Bisa Menabung Banyak dengan Gaji Pas-pasan yang Kamu Punya Sekarang

Sabtu, 6 Juli 2024 | 14:23 WIB
Ilustrasi: Kamu juga bisa kok punya tabungan yang cukup dengan gaji pas-pasan. (Freepik/Benzoix)

Meursing mengakui ia juga membuat kesalahan. Namun ia belajar dari setiap kemunduran untuk menyesuaikan strateginya dan terus maju.

Cari pekerjaan sampingan seolah itu pekerjaan utamamu

Menghasilkan uang dari pekerjaan sampingan pada waktu luang adalah cara agar bisa menabung banyak, selain untuk melunasi utang, menambah rekening tabungan, bahkan kesempatan untuk menumbuhkan skill, dan membangun jejaring. 

Baca Juga: Justin Bieber Tiba di Mumbai untuk Tampil di Pernikahan Anant Ambani dan Radhika Merchant

Jika kamu konsisten menjalankan pekerjaan sampingan tersebut, bukan tak mungkin hal itu menjadi pekerjaan utama yang menguntungkan.

Untuk mengetahui apakah suatu pekerjaan sampingan akan menjadi sumber penghasilan dalam jangka panjang, pikirkan apakah pekerjaan itu sesuai dengan minatmu, bagaimana hal itu memengaruhi keuanganmu, dan apakah sejalan dengan jadwal yang kamu punya.

Ambil setiap peluang yang datang

Peluang mendekatkan kita pada kesuksesan. Apa pun tujuan dan impian yang kamu miliki, kamu mungkin akan kesulitan mencapainya jika kamu tidak memanfaatkan peluang yang datang.

Kesempatan bisa berupa peluang kerja baru, seseorang yang ingin bergaul dengan kamu, atau sumber daya yang siap diperebutkan.

Dengan memanfaatkan peluang, kamu bisa menantang diri sendiri, mempelajari keterampilan baru, dan mendapatkan pengalaman yang dapat membantumu berkembang baik secara pribadi maupun profesional.

Meursing mengatakan, ketika pekerjaan sampingannya semakin berkembang, "Saya tetap hidup seolah-olah saya digaji oleh petugas bagian pinjaman itu.”

Baca Juga: Hasyim As'yari Dipecat Jadi Ketua KPU Karena Asusila, Simak Aturan Kepegawaian Soal Pelanggaran Asusila

Dia menambahkan, setiap dolar tambahan akan dikembalikannya ke bisnis atau investasi.

Jangan pernah berhenti belajar

Perjalanan menuju kaya bukan sebuah lari cepat, melainkan sebuah maraton.

“Dan garis finis terus bergerak. Saya terus belajar, beradaptasi, dan mencari peluang baru. Baik itu menjelajahi pasar baru, atau menemukan cara yang lebih efisien untuk menjalankan bisnis, saya tidak pernah berpuas diri,” kata Meursing.

Halaman:

Tags

Terkini