saving

Milenial dan Gen Z yang Melakukan Tren “Doom Spending”, Hati-Hati Bisa Miskin Mendadak!

Jumat, 27 September 2024 | 20:38 WIB
Ilustrasi: “Doom spending” terjadi ketika seseorang berbelanja secara impulsif atau tanpa berpikir panjang, dengan tujuan menenangkan diri. (Freepik/Rawpixel)

Seperti yang dialami Stefania Troncoso Fernández, seorang humas berusia 28 tahun yang tinggal di Kolombia bersama orang tuanya.

“Harga makanan semakin hari semakin tinggi, dan di rumah saya, kami tidak bisa lagi makan dengan cara yang sama seperti setahun yang lalu karena harga-harga semakin mahal,” ceritanya.

Baca Juga: Mark Zuckerberg Bilang, Ini Hal Penting yang Harus Dimiliki Perusahaan Teknologi!

Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Menurut data dari Kompas.id, dalam 10 tahun terakhir garis kemiskinan negara ini naik hingga 92,5%.

Sementara menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang ditulis dalam Detikcom, biaya hidup di Jakarta naik sebesar 2,66% per tahun atau sekitar Rp357 ribu per tahun.

Lucunya, hal tersebut juga membuat seseorang ingin menghabiskan uang secara sembarangan.

Stefania mengaku, dua tahun yang lalu ia menghabiskan uangnya secara sembarangan untuk membeli pakaian dan bepergian.

Padahal, penghasilannya tidak sebanyak sekarang. Salah satu alasannya karena ia merasa tidak mampu membeli rumah.

“Ini bukan hanya terjadi pada saya, tetapi pada semua orang di lingkungan saya,” akunya.

Baca Juga: Google Bikin Game Doodle Popcorn, Bisa Main Sendiri atau Bareng 59 Orang! Begini Cara Mainnya!

Generasi Pertama yang Cepat Miskin

Faktanya, hanya 36,5% orang dewasa di seluruh dunia yang merasa bahwa mereka lebih baik daripada orang tua mereka secara finansial. Sementara 42,8% merasa bahwa finansial mereka lebih buruk daripada orang tuanya.

Data ini didapatkan dari International Your Money Financial Security Survey, yang dilakukan oleh Survey Monkey dengan menanyai 4.342 orang dewasa di seluruh dunia.

“Generasi yang tumbuh sekarang adalah generasi pertama yang akan menjadi lebih miskin daripada orang tuanya untuk waktu yang sangat lama,” kata Ylva.

Salah satu penyebabnya karena perasaan tidak akan pernah bisa mencapai apa yang orang tua capai. Akibatnya, pengeluaran yang tidak terkendali menciptakan ilusi kendali di dunia yang terasa seperti di luar kendali.

Halaman:

Tags

Terkini