PejuangKantoran.com - Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana para miliarder berinvestasi? Tentu saja ada cara dan ilmunya.
Meskipun tidak semua orang membangun kekayaan dengan cara yang sama, tetapi banyak miliarder yang mengikuti aturan investasi yang sama untuk menjaga agar kekayaan mereka semakin meningkat.
Menurut Chris Hernandez, founding partner di Strategic Capital, dan Ryan Zabrowski, CFP, MSF, manajer portofolio senior di Krilogy, ada aturan investasi terbaik yang tidak pernah dilanggar oleh klien-klien terkaya mereka.
Baca Juga: Perbedaan Seleksi Kompetensi Bidang CPNS 2024 Sistem CAT dan Non-CAT, Cek Jadwal Lengkapnya!
1. Menjaga agar tetap likuid
Bagi banyak orang dengan kekayaan bersih yang tinggi, salah satu aturan investasi mereka adalah menjaga agar investasi mereka bisa diuangkan dengan cepat tanpa mengalami perubahan nilai yang signifikan.
“Menurut pengalaman saya, klien yang lebih kaya adalah wirausahawan, dan ingin memiliki akses ke likuiditas untuk melakukan investasi di luar pasar saham,” jelas Chris.
Ia menjelaskan, daripada mencairkan investasi tetapi dengan membayar pajak atas keuntungan yang didapat, mereka mengakses jalur kredit, melakukan investasi, dan hanya membayar bunga atas apa yang dipinjam, sedangkan modal terus bekerja.
Setelah investasi membuahkan hasil, mereka melunasi batas kredit mereka, sehingga punya akses ke dana tersebut di masa mendatang dan terus membangun kekayaan lebih besar.
2. Mempertimbangkan waktu
Pasar saham selalu berubah-ubah, jadi mencoba mengatur waktu adalah tindakan yang sia-sia. Sebaliknya, banyak orang kaya bermain dalam jangka panjang dalam hal berinvestasi.
“Salah satu aturan yang diikuti oleh klien saya yang lebih kaya adalah bahwa waktu di pasar lebih penting daripada mengatur waktu di pasar,” ujar Chris.
Maksudnya, mereka secara konsisten menyimpan uang, terlepas dari apa pun yang terjadi di pasar saham. Tekad dan dedikasi ini adalah salah satu alasan mengapa mereka menjadi begitu sukses.
Jadi, jika ada peluang atau keadaan darurat yang muncul secara tak terduga, mereka sudah siap dan dapat mendekatinya secara proaktif, bukan reaktif.