Hal yang mengkhawatirkan adalah bahwa penilaian tersebut tetap ada bahkan setelah pinjaman dilunasi.
Keith Barber, seorang direktur pengembangan bisnis, menganjurkan agar kamu berusaha untuk menghindari hal tersebut saat meminjamkan uang kepada teman.
“Kamu harus sangat jelas tentang persyaratan yang mengatur tentang uang tersebut,” tegasnya.
Baca Juga: Mudahnya Cara Membayar Zakat melalui BRImo, Ibadah di Bulan Ramadan Jadi Makin Praktis!
Cari tahu sebelumnya, untuk apa uang yang dipinjam akan digunakan sehingga kamu tak memaksakan diri meminjamkan uang dengan nominal yang lebih besar dari seharusnya.
“Jika kamu bersedia membantu, kamu juga harus bersedia melepaskan uang tersebut, dengan asumsi kamu mampu memberikannya, bukan meminjamkannya,” kata Barber.
Buat perjanjian, jika perlu
Pinjam-meminjam antara teman dan saudara kandung sebenarnya hal yang umum. Jika kamu sebagai seseorang dengan kondisi finansial yang lebih baik dan ingin membantu teman atau saudara kandung yang kondisinya finansialnya tak terlalu baik, tetap patuhi aturan di atas.
Agar tidak terjadi miskomunikasi, buatlah perjanjian pinjaman tertulis. Tuliskan berapa banyak yang dipinjamkan, untuk berapa lama, untuk apa, apakah ada bunga yang harus dibayarkan, dan ketentuan lain yang menurut kamu penting untuk diperhatikan.
Untuk pinjaman dengan jumlah yang kecil, tak masalah jika kamu melakukannya secara informal.
Namun, sekali lagi, pastikan kamu tak berekspektasi tinggi dan tak perlu menghakimi bagaimana cara peminjam menggunakan uang tersebut. (Elga Windasari)