saving

Pengeluaran Intuitif Lebih Baik Daripada Penganggaran yang Ketat. Apa Alasannya dan Apa Yang Harus Diwaspadai?

Kamis, 10 April 2025 | 12:10 WIB
Menyusun pengeluaran secara intuitif memberikan fleksibiltas yang tinggi. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Banyak orang terbiasa mencatat pengeluaran secara rinci, menyusun spreadsheet, dan membuat rencana keuangan yang ketat demi bisa mengelola uang dengan lebih baik.

Namun, menurut Dana Miranda, pendidik keuangan pribadi bersertifikat, cara seperti itu justru bisa menjadi beban dan tidak selalu efektif.

Dalam bukunya You Don’t Need a Budget, Miranda menjelaskan bahwa pendekatan keuangan yang terlalu kaku bisa berasal dari budaya yang menekankan pembatasan, rasa bersalah, dan dorongan untuk terus menumpuk aset.

Budaya yang kaku tersebut mirip dengan pola diet ketat.

Baca Juga: Kelola Gajimu Supaya Hidupmu Lancar. Berikut Tips Pengeluaran Bulanan yang Benar!

Hasil penelitian menunjukkan, pendekatan yang terlalu ketat sering kali tidak bertahan lama. Bahkan bisa menimbulkan perasaan gagal atau malu ketika kamu tidak mampu mengikutinya.

Miranda mengutip studi di 2018 dari University of Minnesota, yang menyatakan bahwa anggaran tidak selalu memberikan dampak besar terhadap pencapaian tujuan keuangan jangka panjang.

Sebaliknya, penganggaran justru bisa menimbulkan kecemasan, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah dengan pemasukan yang tidak stabil.

Dalam kondisi seperti ini, menjalani anggaran yang ketat bisa jadi terasa berat.

Cara atur uang dengan pengeluaran intuitif

Menurut Miranda, anggaran tradisional berasal dari cara pikir kapitalistik yang lebih menekankan pertumbuhan dan penumpukan aset, bukan kesejahteraan hidup.

Sebagai gantinya, ia merekomendasikan pendekatan “pengeluaran sadar” atau pengeluaran intuitif.

Ini adalah pengeluaran yang mendorong orang untuk lebih sadar dalam menggunakan uang, tanpa terikat pada rencana kaku atau merasa bersalah saat menyimpang darinya.

Miranda mendorong agar keputusan keuangan lebih dihargai jika sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai hidup yang dijalani saat ini.

Halaman:

Tags

Terkini