Jangan membeli emas untuk spekulasi jangka pendek. Gunakan emas hanya sebagai "perlindungan nilai" ketika kondisi ekonomi sangat tidak pasti.
- Pilih Bentuk Investasi Emas Sesuai Tujuan
Pakar keuangan pribadi seperti Dave Ramsey dan Suze Orman menyarankan untuk memilih bentuk emas yang sesuai:
- Logam mulia fisik (batangan, koin): Cocok untuk jangka panjang.
- Emas digital (tabungan emas, ETF emas): Cocok untuk fleksibilitas dan likuiditas tinggi.
Baca Juga: Harga Emas Tembus Rekor Tertinggi, Sekarang Rp2,016 Juta per Gram!
- Beli Emas Saat Harga Stabil, Bukan Saat Panik
Menurut para analis investasi, pantang membeli emas saat harganya sedang tinggi karena panik terhadap krisis. Risikonya tinggi.
Strategi:
Gunakan metode Dollar Cost Averaging, yaitu beli emas secara rutin dan berkala (misalnya bulanan), tanpa peduli naik-turunnya harga. Tujuannya adalah untuk meratakan risiko.
- Pantau Faktor Global
Pantau terus faktor suku bunga, inflasi global, nilai dolar AS, dan kondisi geopolitik sebelum membeli atau menjual. Karena ini sangat memengaruhi harga emas.
***