Pejuangkantoran.com – Pada tanggal 11 Mei 2025 menurut Pusat Data Kontan.co.id, harga emas 24 karat Antam masih menunjukkan Rp1.928.000 per gram.
Sementara harga emas Antam 24 karat buyback oleh Logam Mulia juga menunjukkan harga sama dengan harga sebelumnya, Rp 1.777.000 per gram.
Antam selama ini menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya, yaitu harga emas dan harga beli kembali (buyback). Harga emas buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.
Investasi emas adalah proses membeli emas fisik / instrumen keuangan yang terkait dengan harga emas. Investasi emas merupakan cara untuk menyimpan uang dalam bentuk emas, dimana seperti yang kita ketahui bahwa emas memiliki nilai yang stabil dan cenderung meningkat seiring berjalannya waktu.
Investasi dengan emas adalah salah satu cara investasi yang termasuk aman. Ini karena:
- Nilainya Cenderung Stabil
Emas memiliki kecenderungan mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu, terutama saat terjadi ketidakpastian ekonomi, inflasi, atau krisis geopolitik. Ketika nilai mata uang turun, harga emas sering naik. - Aset Fisik yang Nyata
Berbeda dengan saham atau mata uang digital, emas adalah aset fisik yang tidak bisa dihapus atau dilenyapkan secara digital. Ini memberikan rasa aman tersendiri bagi investor. - Likuiditas Tinggi
Emas mudah dijual kapan saja dan di mana saja. Hampir di semua negara, emas bisa dikonversi menjadi uang tunai dengan cepat. - Perlindungan terhadap Inflasi
Dalam jangka panjang, emas sering dijadikan alat lindung nilai (hedging) terhadap inflasi. Ketika harga barang naik, nilai emas juga biasanya ikut naik. - Tidak Terkait dengan Risiko Pihak Ketiga
Emas tidak bergantung pada kinerja perusahaan, negara, atau lembaga keuangan tertentu, sehingga bebas dari risiko gagal bayar atau kebangkrutan.
Baca Juga: Daripada Simpan Emas di Bawah Bantal, Masyarakat Bisa Gunakan Bank Emas untuk Monetisasi Tabungannya
Strategi Investasi Emas
Namun penting juga diingat bahwa harga emas bisa naik-turun dalam jangka pendek. Oleh karena itu harus mempunya strategi investasi yang bijak.
Pakar ivestasi seperti Warren Buffett, Ray Dalio, dan pakar keuangan lainnya, umumnya melibatkan prinsip kehati-hatian, diversifikasi, dan tujuan jangka panjang sebagai dasar dalam menentukan strategi investasi emas.
- Gunakan Emas sebagai Alat Diversifikasi (Ray Dalio)
Ray Dalio tidak menyarankan menaruh semua uang dalam satu jenis aset. Dalam portofolionya yang terkenal "All Weather Portfolio", Dalio menyarankan untuk menginvestasikan dalam bentuk emas sekitar 5–10%, sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian pasar.
Strategi:
Alokasikan sebagian kecil (5–10%) dari total aset ke emas untuk menjaga keseimbangan saat pasar saham atau obligasi jatuh.
- Fokus pada Nilai Jangka Panjang, Bukan Spekulasi (Warren Buffett)
Faktanya, Warren Buffett sendiri bukan penggemar emas. Menurut Buffett, emas tidak menghasilkan dividen atau keuntungan usaha sebagaimana saham. Namun nyatanya dia tetap mengakui bahwa emas bisa menjadi perlindungan saat krisis.
Strategi:
Artikel Terkait
4 Aturan Investasi yang Tidak Pernah Dilanggar Para Miliarder di Dunia, Bikin Tambah Untung!
6 Mitos Dalam Investasi yang Tidak Perlu Kamu Ambil Hati. Temukan Kebenarannya di Sini!
Meski Suka Mengambil Risiko, untuk Investasi Gen Z Ternyata Lebih Suka Main “Aman”
Fitur Investasi Emas di BRImo Diminati Generasi Milenial, Catat Pertumbuhan Sebesar 22,12%
Tertarik dengan Investasi ST014? Ketahui Dulu Imbalan dan Simulasi Kupon Tiap Serinya!