saving

Saat Terkena PHK Atau Kondisi Darurat Lain, Dana Darurat Menjadi Penting. Begini Cara Membangun Dana Darurat!

Kamis, 29 Mei 2025 | 11:05 WIB
Mulailah membangun dana darurat sesegera mungkin. (charmax23)

Pejuangkantoran.com – Berita tentang PHK massal masih terjadi. Apapun alasannya, kena pemutusan hubungan kerja (PHK) itu tidak pernah masuk dalam rencana siapa pun.

Rencana-rencana pribadi dan keluarga yang telah disusun, tentu saja harus ditinjau ulang. Ada langkah-langkah strategis dan taktis yang harus kamu lakukan.

Selain memastikan hak-hak kamu terpenuhi dan kelengkapan administrasi terkait PHK, sebagai langkah awal, yang sangat mendasar dan pentung adalah memastikan dana darurat kamu terpenuhi.

Menurut laman mediakeuangan.kemenkeu.go.id, dana darurat adalah simpanan uang yang disiapkan untuk menghadapi situasi tak terduga. Misal, kehilangan pekerjaan, kebutuhan medis mendadak, atau hal mendesak lainnya yang harus dipenuhi saat itu juga.

Persis seperti yang disampaikan oleh Robert Kiyosaki (penulis Rich Dad Poor Dad). Kiyosaki menyebutnya sebagai cadangan kas (cash flow buffer).

Menurut Kiyosaki, cash flow buffer penting untuk bertahan di masa resesi atau ketika terkena PHK.

Secara prinsip, dana darurat ini bertujuan untuk memberikan perlindungan finansial agar tidak perlu berhutang saat menghadapi keadaan darurat, kondisi di luar rencana. Oleh karena itu, maka membangun dana darurat itu harus dilakukan sesegera mungkin.

Baca Juga: Jadwal Langkah Strategis Yang Harus Kamu Lakukan Untuk 30 hari Ke Depan Setelah Kamu Kena PHK

Beberapa saran menyebutkan, dana darurat harus sudah mulai kamu bangun sebelum kamu memulai:

  • Mengambil pinjaman konsumtif dan harus melunasi utang secara rutin (dengan bunga rendah);
  • Berinvestasi di instrumen berisiko (saham, kripto, properti);
  • Membeli barang besar seperti kendaraan, gadget mahal, dan sebagainya.

Jadi, membangun dana darurat itu adalah strategi bertahan hidup finansial. Ada strategi dan taktis dalam membangun dana darurat.

 

Strategi Membangun Dana Darurat

  1. Tentukan Besarnya Dana Darurat
  • Minimal: 3 bulan pengeluaran rutin (untuk single tanpa tanggungan)
  • Ideal: 6 bulan pengeluaran rutin (untuk yang sudah berkeluarga atau punya cicilan/tanggungan)

Contoh:
Jika pengeluaran bulanan Rp5.000.000, maka dana darurat ideal = Rp30.000.000

  1. Pisahkan Dana Darurat dari Rekening Harian
  • Buat rekening khusus atau tabungan digital yang sulit diakses secara impulsif.
  • Gunakan rekening bebas biaya admin dan mudah dicairkan saat dibutuhkan. Sebaiknya tidak diinvestasikan ke instrumen berisiko tinggi.
  1. Buat Target Waktu Membangun Dana

Sesuaikan dengan kemampuan. Misalnya:

Halaman:

Tags

Terkini