- Target Rp30 juta dalam 12 bulan, maka sisihkan Rp2,5 juta per bulan;
- Kalau kemampuan terbatas, bisa lebih panjang, misal Rp1 juta per bulan selama 30 bulan.
Taktis / Langkah Praktis
- Otomatisasi Menabung
- Gunakan fitur autodebet/auto-transfer setiap gajian ke rekening dana darurat.
- Gunakan prinsip: "Bayar diri sendiri dulu."
- Evaluasi & Pangkas Pengeluaran
Catat pengeluaran 1 bulan penuh, lalu analisis:
- Mana yang bisa dihemat (ngopi, langganan tidak dipakai, impulsif);
- Gunakan selisih untuk tabungan darurat.
- Gunakan Sumber Tambahan
- Tambahkan dari:
- THR atau bonus tahunan;
- Penjualan barang yang tidak terpakai;
- Freelance atau usaha sampingan;
- Alokasikan 50–100% dari sumber ini ke dana darurat.
Baca Juga: 8 Langkah Penting Yang Harus Pertama Kali Kamu Lakukan Ketika Terkena PHK
- Gunakan Skema Bertahap
- Tahap 1: Capai 1 bulan dana darurat dulu;
- Tahap 2: Naikkan ke 3 bulan;
- Tahap 3: Capai target akhir (6 bulan).
- Jaga Disiplin & Hindari Godaan
Jangan gunakan dana ini kecuali untuk kondisi darurat sebenarnya, seperti:
- Kehilangan pekerjaan;
- Sakit/cedera berat;
- Kecelakaan, kebutuhan keluarga mendesak.
Tips Tambahan
- Gunakan aplikasi pencatat keuangan (Money Lover, Catatan Keuangan Harian, dan sebagainya);
- Gunakan amplop fisik atau digital jika lebih suka sistem visual untuk membagi pos-pos keuangan;
- Evaluasi setiap 3 bulan, apakah target sudah tercapai atau perlu disesuaikan? ***
Artikel Terkait
2 Langkah untuk Mulai Menabung Dana Darurat, Mulai Saja Sedikit-sedikit tetapi Konsisten
8.400 Karyawan Sritex Di-PHK, Siapa yang Menjamin Pesangon dan Jaminan Hari Tua Karyawan?
Tips Bicarakan soal Keuangan dengan Pasangan, Mulai dari Kencan Pertama hingga Setelah Menikah
8 Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Meningkatkan Kondisi Finansial atau Keuangan Menjadi Lebih Baik!
Berapa Banyak Uang yang Harus Disimpan di Rekening Giro? Ini Saran Perencana Keuangan!
Korban PHK Bisa Dapat Tunjangan 60% Gaji selama 6 Bulan, Ini Syarat dan Ketentuan untuk Mengklaimnya!