PejuangKantoran.com - Banyak orang yang tak punya tabungan, tapi banyak juga yang tabungannya terlalu tersimpan rapi sehingga dananya tak bisa ditarik sewaktu-waktu ketika membutuhkan.
Akibatnya ketika mendadak sakit atau terjadi musibah lain yang tak terduga, kamu tak bisa segera menanganinya. Itu sebabnya kamu butuh dana darurat.
Dana darurat ini uang tabungan yang sengaja disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga. Tabungan ini terpisah dari tabungan umum yang memang kamu siapkan untuk tujuan lain, misalnya untuk membeli mobil baru atau untuk liburan.
Baca Juga: M-Banking BYOND Kembali Bermasalah Jelang Gajian, Nasabah BSI Curhat Jadi Susah Transaksi
Lalu, bagaimana cara membangun dana darurat? Berikut langkah-langkah simpelnya:
1. Hitung kebutuhan dasar
Pertama, tentukan dulu berapa dana darurat yang perlu kamu miliki. Umumnya, disarankan minimal setara enam bulan biaya hidup.
Hitung biaya tempat tinggal, makan sehari-hari, transportasi, listrik, internet, dan kebutuhan pokok lain. Jangan lupa tambahkan biaya kesehatan kalau kamu tak lagi ditanggung kantor.
Kalau kamu sudah berkeluarga, tentu jumlahnya harus lebih besar. Intinya, ini angka yang membuat kamu bisa tetap hidup “aman” meski tidak ada pemasukan.
2. Lunasi utang bunga tinggi
Susah rasanya menabung kalau masih dibebani cicilan kartu kredit atau pinjaman online dengan bunga tinggi. Jadi, sebelum fokus menabung, pastikan utang konsumtif ini dibereskan dulu. Kalau utang sudah lunas, tabungan bisa lebih cepat berkembang.
3. Cek dan potong pengeluaran
Coba cek rekening atau catatan transaksi enam bulan terakhir. Setelahnya kamu akan sadar betapa banyak pengeluaran kecil yang ternyata jadi besar, seperti hangout tiap weekend, beli kopi mahal tiap pagi, atau langganan aplikasi yang sebenarnya jarang dipakai.
Mulailah dengan menghapus langganan yang tidak terlalu penting. Simpel, tetapi lumayan untuk menambah saldo tabungan.
4. Buat tabungan otomatis