Buka rekening khusus untuk dana darurat. Atur supaya gaji langsung terpotong otomatis ke rekening itu tiap bulan. Dengan begitu, kamu tidak sempat tergoda untuk belanja duluan.
Misalnya, target kamu Rp30 juta dalam 1 tahun. Berarti kamu perlu nabung sekitar Rp2,5 juta per bulan. Berapa pun jumlahnya, yang penting mulai dari jumlah kecil dulu dan pastikan lakukan dengan konsisten.
5. Cari penghasilan tambahan
Selain berhemat, coba juga tambah pemasukan. Bisa dengan minta project tambahan di kantor, kerja freelance, jual barang bekas di rumah, atau buka usaha kecil-kecilan.
Bonus, THR, atau uang lembur juga bisa langsung dialihkan ke dana darurat.
6. Coba “No Spend Period”
Sesekali coba jalani satu bulan tanpa pengeluaran yang tidak penting. Artinya, kamu hanya membayar kebutuhan pokok, sisanya ditabung. Awalnya mungkin berat, tetapi hasilnya tabungan kamu akan naik cepat.
7. Manfaatkan fasilitas kantor
Selagi masih bekerja, maksimalkan fasilitas yang ada. Misalnya, asuransi kesehatan dari kantor, cuti berbayar, atau tunjangan lain. Bahkan cuti yang tidak terpakai bisa diuangkan kalau kamu resign nanti.
Baca Juga: Berhenti Sibuk Berusaha Terlihat Keren! Bukan Gaya yang Bikin Karir Naik, tapi Kredibilitas Kamu
8. Jaga mindset
Menabung untuk dana darurat bukan soal gaya hidup pelit, tetapi investasi untuk kebebasan kamu. Anggap ini tantangan pribadi. Jadi, setiap kali saldo bertambah, kasih reward kecil ke diri sendiri supaya makin semangat.
Jadi meski membutuhkan pengorbanan, tetapi membangun dana darurat hasilnya sangat sepadan karena kamu jadi memiliki ketenangan, kebebasan, dan pilihan.