2. Semua utang bisa digabung jadi satu pembayaran
Kalau kamu punya beberapa kartu kredit dari beberapa bank dengan tanggal jatuh tempo dan bunga berbeda-beda, mengelola semuanya bisa bikin pusing.
Dengan pinjaman tanpa agunan, kamu hanya perlu fokus pada satu cicilan bulanan dengan bunga tetap, dan biasanya nilainya lebih rendah.
Contohnya, kamu punya:
Utang Rp5 juta di kartu dengan bunga 17%
Utang Rp7 juta di kartu lain dengan bunga 21%
Totalnya Rp12 juta. Kalau kamu hanya bisa bayar Rp200 ribu per bulan (Rp100 ribu per kartu), sebagian besar akan habis untuk bunga saja.
Tapi kalau kamu ambil pinjaman pribadi Rp12 juta dengan bunga 10%, jumlah yang sama per bulan akan lebih banyak masuk ke pokok utang, sehingga utangmu benar-benar mulai berkurang.
3. Cicilan bulanan bisa lebih ringan
Pinjaman tanpa agunan juga bisa membantu menurunkan cicilan bulanan, terutama kalau kamu memilih tenor yang lebih panjang. Tapi ingat, semakin panjang tenor, semakin besar total bunga yang dibayar. Jadi, penting untuk simulasi dulu pakai kalkulator konsolidasi utang sebelum memutuskan.
Baca Juga: Pemerintah Tambah 80 Ribu Kuota Magang Nasional, Siap Serap Lulusan Baru Mulai November
4. Ada kepastian kapan utang selesai
Berbeda dengan kartu kredit yang tidak punya batas waktu pelunasan (apalagi kalau terus dipakai), pinjaman tanpa agunan punya jangka waktu tetap. Artinya, kamu tahu persis kapan utangmu akan lunas, selama kamu tidak telat bayar.
Jadi, kalau kamu sudah lelah utangmu tidak lunas-lunas padahal sudah rutin membayar tagihan kartu kredit, pinjaman tanpa agunan bisa jadi jalan keluar. Syaratnya, kamu juga berhenti menambah utang baru. Memangnya kamu bisa hidup tenang kalau punya banyak utang?