PejuangKantoran.com - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan jadwal penerbitan Surat Berharga Negara atau SBN Ritel 2026.
Penawaran ini merupakan rangkaian SBN Ritel pertama yang diterbitkan pemerintah pada 2026. Produk pertama yang ditawarkan adalah ORI019, terbit mulai 26 Januari 2026.
Surat utang negara ini bisa dibeli langsung oleh investor individu. Imbal hasilnya cukup menarik, dan dan risiko relatif rendah dengan jaminan penuh dari pemerintah.
Karena karakteristiknya yang aman, SBN Ritel (termasuk ORI) masih menjadi instrumen investasi yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
Menurut Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruti, produk ini dijamin oleh Undang-Undang (UU) APBN, sehingga risiko gagal bayarnya sangat rendah.
“Selain itu, kupon SBN ritel umumnya relatif lebih menarik dibandingkan deposito dan dengan pajak yang lebih rendah,” ujar Ramdhan, Senin (19/1/2026) lalu.
Jenis SBN Ritel sepanjang 2026
Ada empat jenis SBN Ritel 2026 yang disiapkan pemerintah. Masing-masing punya karakteristik berbeda, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko investor, yaitu:
ORI (Obligasi Ritel)
- Dapat diperdagangkan di pasar sekunder (antar investor domestik)
- Kupon dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sampai pada waktu jatuh tempo
- Ada potensi capital gain/loss
SR (Sukuk Ritel)
- Kupon bersifat tetap (fixed rate), sehingga tidak akan berubah hingga jatuh tempo, meski suku bunga acuan naik atau turun
- Dapat diperdagangkan (tradable) di pasar sekunder antar investor domestik sebelum jatuh tempo
- Berpotensi meraih capital gain (keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual dan harga beli saham)
ST (Sukuk Tabungan)
- Imbalan mengambang mengikuti perkembangan BI-Rate dengan jaminan imbalan minimal (floor)
- Fasilitas early redemption tanpa dikenakan redemption cost oleh pemerintah
- Tidak dapat diperdagangkan / dialihkan
Baca Juga: 6 Film Indonesia Siap Temani Libur Lebaran di Bioskop, dari Na Willa sampai Danur the Last Chapter
SBR (Saving Bond Ritel)
- Kupon bersifat mengambang, yang disesuaikan dengan perubahan BI Rate setiap tiga bulan sekali.
- Tingkat kupon minimal (floating with floor), artinya tingkat kupon pertama yang ditetapkan akan menjadi kupon minimal yang berlaku sampai jatuh tempo.
- Tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, dan tidak dapat dilikuidasi/dicairkan sampai jatuh tempo
- Fasilitas early redemption, di mana investor bisa menerima sebagian pelunasan pokok SBR sebelum jatuh tempo
Jadwal penawaran SBN Ritel 2026