"Bestie-an" di Kantor Itu Wajar, Namun Jangan Jadikan "Beastie", ya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 20 Januari 2026 | 13:25 WIB
 (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
(Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Hal seperti ini mungkin sering banget kamu jumpai di kantor mana pun, yaitu sekelompok karyawan yang, bisa dibilang, ke mana-mana selalu bareng. Mulai dari makan siang, berangkat-pulang kantor, hang out, bahkan tak jarang satu kos-kosan.

Ini yang namanya lingkaran pertemanan, atau sebut aja friendship circle di kantor. Bukan hal yang aneh dan sangat wajar pada manusia.

Karena pada dasarnya manusia itu butuh keterikatan dengan orang lain sejak dini. Menurut psikolog Inggris John Bowlby, seperti yang dikutip oleh Kendar Cherry, MSed. di verywellmind.com, “Keterikatan adalah hubungan psikologi yang langgeng antara manusia.”

Artinya, kebutuhan keterikatan (attachment) manusia dengan manusia lain itu dibawa sejak lahir hingga mati.

Jadi sebenarnya, ketika ada “friendship circle” atau “bestie-an” di kantor adalah hal yang memang menjadi kebutuhan mendasar.

Menjadi lebih menarik, seperti yang disampaikan oleh Tal G. Zarankin dan Danylle Kunkel dari Radford University dalam Colleagues and Friends: A Theoretical Framework of Workplace Friendship (articlegateway.com), karena pertemanan di kantor itu juga berdampak pada dinamika di kantor.

Baca Juga: Jangan Remehkan Bestie di Tempat Kerja, Mereka yang Membantu Kamu Menghindari Burnout!

Misal, perilaku sebagai karyawan, sosialisasi, adaptasi, kinerja tim, hingga ketika ada perubahan dalam organisasi.

Kelompok seperti ini sudah pasti terbentuk secara informal. Pemicunya bisa dimulai makan siang bersama, satu tim proyek, atau interaksi rutin

Jumlahnya beragam namun tidak terlalu besar, mulai dari 3 hingga 8 orang. Intensitas dalam “bestie-an” ini tinggi, baik di jam kerja atau di luar jam kerja.

Umumnya, “bestie-an” seperti ini punya kode sosial sendiri. Ada candaan internal yang hanya diketahui mereka, cara komunikasi yang khas yang mungkin tidak dipahami orang di luar “circle”.

Mereka punya loyalitas dan solidaritas yang tinggi. Oleh karena itu, biasanya anggotanya adalah rekan kerja selevel, walaupun tidak terutup kemungkin ada atasan-bawahan.

Seperti mata pisau, friendship circle atau “bestie-an” di kantor seperti ini punya sisi positif dan negatifnya, seperti berikut:

1. Sisi Positif

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: verywellmind.com, Berbagai Sumber, articlegateway.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X