Salah satu modus yang sering terjadi adalah permintaan data pribadi secara tiba-tiba. Penipu biasanya mengatasnamakan pihak bank atau institusi resmi dan meminta informasi sensitif seperti PIN, password, hingga kode OTP. Padahal, lembaga resmi tidak pernah meminta data tersebut melalui pesan singkat, telepon, atau tautan yang tidak jelas.
Baca Juga: Apa Isi Goodie Bag Academy Awards Senilai Rp5,5 Miliar yang Dibagikan untuk Para Nominee?
Karena itu, penting untuk selalu berhati-hati dan tidak membagikan informasi pribadi kepada siapa pun.
Selain itu, masyarakat juga perlu memastikan tetap bertransaksi melalui jalur yang aman. Menggunakan jaringan internet pribadi, seperti paket data atau WiFi rumah, jauh lebih disarankan dibandingkan WiFi publik yang rentan disusupi.
Pastikan juga hanya mengakses layanan keuangan melalui aplikasi atau situs resmi, serta selalu memeriksa keaslian alamat website sebelum memasukkan data penting.
Baca Juga: 5 Ciri Orang dengan Kepribadian Otrovert
Modus penipuan lain yang kerap muncul saat mudik adalah penawaran tiket perjalanan dengan harga yang tidak masuk akal. Tiket pesawat atau transportasi lain dalam bentuk file PDF sering digunakan sebagai umpan untuk meyakinkan korban. Padahal, file tersebut bisa saja berisi malware yang berpotensi mencuri data dari perangkat pengguna.
Di tengah meningkatnya kebutuhan digital selama mudik, kewaspadaan menjadi kunci utama. Jangan mudah tergiur dengan penawaran yang terlalu menggiurkan, dan selalu pastikan setiap transaksi dilakukan melalui kanal resmi.
Dengan langkah sederhana ini, perjalanan mudik tidak hanya lebih praktis, tetapi juga tetap aman dari ancaman penipuan.