PejuangKantoran.com - Jangan kaget, USD baru saja nembus 17.900 rupiah. IHSG pun anjlok. Belum lagi data Bank Indonesia terbaru meyebutkan terjadi kenaikan inflasi per bulan Mei menjadi 3,08% dibandingkan bulan April di angnka 2,42% year on year. Well mungkin angka hitungan ekonomi tidak usah menjadi concern utama kita sebagai Gen-Z. Cuma dengan pola seperti ini, dan keadaan ekonomi yang “sedang tidak baik-baik saja” belum lagi eskalasi konflik global juga masih tinggi, rasanya sedikit banyak akan mulai berpengaruh sama isi dompet kita. Gaji segini-gini aja, tapi harga kok makin gak gini-gini aja, iya nggak sih?
Nah makanya sebagai Gen-Z yang melek keuangan ada baiknya kita atur strategi biar hidup nggak boncos-boncos amat in this economy. Mungkin ini ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan ke dalam keseharian kamu.
Baca Juga: Masih Ada Sisa THR? Lebih Baik buat Investasi Emas, Begini Tips Beli Emas buat Pemula
- Siasati Ongkos Transportasi, mensiasati ongkos transportasi bisa menjadi pilihan. Tinggal mobil/motor kamu di rumah pakai di saat akhir pekan saja. Untuk aktivitas harian pergunakan transportasi umum. Bisa juga kurangi penggunaan ojek daring untuk lebih melakukan penghematan biaya.
- Jeda “24 Jam”, lawan perilaku konsumtif dengan tidak buru-buru check out barang impulsive di e-commerce. Beri jeda 24 jam dari kamu menaruh barang di keranjang dengan rencana check-out barang yang kamu impikan. Hal ini memberikan “jeda” emosional sehingga kamu bisa berpikir lebih jernih untuk meneruskan pembelian atau menundanya.
- Ubah Gaya Hidup, membatasi niatan buat WFC atau sekedar ngopi estetik di coffee shop menikmati Mont Blanc yang segar, bisa menjadi siasat untuk membatasi pengeluaran. Buat yang ngekost, tapi masih tinggal dekat dengan orang tua, ada baiknya balik ke rumah untuk sementara juga bisa menjadi pilihan.
- Pindahkan Dana, utamakan dana darurat yang besarnya bisa 3 sampai 6 kali lipat pengeluaran bulanan. Tapi selain itu coba mulai alihkan dana tidak hanya simpanan uang tunai, tetapi ke instrument lain yang memiliki imnal hasil lebih tinggi seperti reksa dana.
- Side Hustle, punya side job menjadi alternatif lain buat menambah penghasilan. Pilihannya banyak mulai dari menulis cerita pendek dan menjualnya di web-web cerita pendek, atau menjadi guru privat juga bisa menjadi pilihan. Punya bakat jadi content creator? Kenapa tidak dicoba mulai monetise akun media sosial kamu.
Baca Juga: Kerja Sampingan Jadi “Mode Bertahan” Pekerja Indonesia