PejuangKantoran.com - Investasi emas ternyata sangat digemari oleh orang Indonesia. World Gold Council bahkan melaporkan bahwa dua dari tiga orang Indonesia (67%) memiliki investasi emas dalam berbagai bentuk.
Kalau kamu sudah lama ingin punya investasi emas (siapa tahu THR kamu masih tersisa atau bahkan masih utuh), sekarang ini saatnya kamu mencoba.
Emas dianggap cocok untuk investor pemula sebagai salah satu instrumen investasi jangka panjang yang relatif stabil dan mudah dipahami.
Baca Juga: Masakan Italia Jadi Kuliner Terbaik Dunia 2025-2026 versi TasteAtlas. Indonesia Nomor Berapa?
Namun sebelum mulai berinvestasi, sebaiknya kamu tetapkan apa tujuan investasi kamu. Misalnya, THR kamu tinggal 20%. Apakah kamu akan menjadikan sisa dana ini menjadi dana darurat, biaya pendidikan, atau persiapan jangka panjang?
Tujuan kamu berinvestasi ini ada kaitannya dengan jangka waktu, strategi, dan bentuk emas yang dipilih. Dengan gambaran yang jelas, kamu bisa menjaga supaya emas yang sudah dibeli itu tidak akan dicairkan untuk kebutuhan lain.
Lalu bagaimana tips berinvestasi emas?
Pilih jenis emas. Ada beberapa pilihan emas untuk investasi, misalnya emas perhiasan, emas batangan, atau emas digital. Sesuaikan jenis emas ini dengan kebutuhan kamu. Misalnya, emas perhiasan bisa dipakai, tetapi harga jualnya lebih rendah. Sedangkan emas digital lebih fleksibel, praktis, dan bisa dengan nominal yang kecil.
Mulai dari nominal yang kecil. Nah, ini dia lanjutan setelah memilih jenis emas. Investasi emas ternyata tidak perlu modal yang besar. Dengan nominal yang kecil, kamu bisa membangun kebiasaan tanpa mengganggu kebutuhan utama.
Sekarang ini investasi emas bisa dilakukan secara digital secara bertahap dari nominal yang kecil lebih dulu. Misalnya, mulai sekitar 0,001gram dengan harga Rp5000 sampai Rp15ribuan.
Gunakan dana menganggur. Hindari berutang untuk membeli emas. Pastikan kamu memakai dana yang tidak terpakai (idle fund) sehingga ketika emas sudah dibeli, kamu tidak akan mengutak-atiknya lagi. Meskipun jumlahnya tidak banyak, tetapi setidaknya tidak menjadi beban buat kamu sehingga investasi jadi lebih sehat.
Pahami pergerakan harga emas. Meski sebagai instrumen investasi emas dikenal tahan inflasi dan risikonya rendah, harga emas tetap mengalami fluktuasi. Karena itu pahami juga karakteristik emas dan pantau pergerakan harganya secara berkala untuk mendapatkan keuntungan yang optimal.
Perlu kamu ketahui, secara historis emas cenderung menunjukkan tren yang positif dalam periode di atas lima tahun. Pelajari lebih dulu tren harga jual beli emas dalam berbagai rentang waktu, mulai dari satu minggu hingga satu tahun ke belakang.
Gunakan platform resmi yang aman. Mau berinvestasi lewat emas sekarang ini semakin mudah, tapi karena uang ini kamu dapat dari hasil kerja keras, pilih transaksi di platform yang aman.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan WFH Satu Hari dalam Seminggu bagi Pegawai ASN maupun Swasta, Enaknya Hari Apa?
Curhat Karyawan Lajang yang Selalu Harus Back-up Teman Kantor yang Sering Izin Urusan Anak
Fenomena Job Scam yang Bikin Orang Pintar Pun Terjebak, Bukti Nyata Adanya Resesi Ekonomi!
Lowongan Kerja di Industri Ritel Mewah Bersama Time International Sebagai Social Media Specialist
Identitas Banksy Kembali Mengemuka, Apa Artinya bagi Dunia Seni?
Smoothies vs Juice: Mana yang Lebih Sehat?
Sayuran Ini Disebut Terbaik untuk Panjang Umur, Sederhana tapi Penuh Manfaat