saving

10 Daftar Prioritas Belanja Bagi First Jobber Supaya Sehat Finansial

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Sebagai first jobber, kamu wajib punya prioritas belanja agar keuanganmu sehat. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  • Durability: Barang yang lebih awet jadi lebih jarang membeli pengganti.
  • Maintenance: Barang murah kadang memiliki biaya perawatan lebih tinggi.
  • Menghindari biaya akibat kualitas buruk: Misalnya sepatu kerja buruk menyebabkan kaki tidak nyaman sehingga bisa mengganggu produktivitas.

Sebagai catatan, tidak harus selalu harus memenuhi ketiga kriteria sekaligus. Sebab, jika ada barang yang memang tidak secara langsung meningkatkan income tapi kamu gunakan sehari-hari, itu menjadi prioritas yang masuk akal.

Selain itu, tidak harus selalu beli yang paling mahal, namun yang memang bisa terjangkau budget-mu dan sesuai dengan kebutuhamu.

Urutan Prioritas yang Sebaiknya Kamu Belanjakan

Dengan prinsip-prinisp itu, urutan pembelian dalam tahun pertama kamu sebagai first jobber, kira-kira seperti ini (urutan berdasarkan paling prioritas hingga kurang prioritas):

Baca Juga: Panduan Bagi First Jobber Apakah Dia Sudah Bekerja di Perusahaan yang Tepat Atau Belum

  1. Dana darurat. Waktu spending di bulan 1-6. Ini bukan barang, namun fondasi utama.
  2. Sepatu kerja yang nyaman dan awet. Waktu spending di bulan 1-2. Jangan ambil yang termurah, perhatikan kualitas dan kemampuan kamu.
  3. Pakaian kerja dasar. Waktu spending di bulan 1-2. Jumlahnya sedikit, yang penting versatile (serbaguna).
  4. Tas kerja berkualitas. Waktu spending di bulan 1-3. Utamakan yang durable (awet) karena ini akan kamu pakai setiap hari.
  5. Peralatan kerja utama. Waktu spending di bulan 1-4. Boleh membeli ponsel atau laptop jika memang perlu.
  6. Perlengkapan kesehatan dan kenyamanan. Waktu spending di bulan 2-6. Misal, kursi, kasur, kacamata, dan sebagainya bila memang kamu perlukan.
  7. Alat transportasi yang efisien. Waktu spending di bulan 3-8. Wajib kamu hitung total biaya (pembelian, maitenance, dan biaya operasional). Jangan sekadar gengsi.
  8. Perlengkapan rumah dasar. Waktu spending di bulan 1-6. Usahakan beli bertahap, jangan langsung borong semua. Mulai dari yang memang harus kamu beli (misal karena rusak atau aus dan sudah tak bisa/tak nyaman dipakai).
  9. Skill dan sertifikasi. Ini bisa kamu ambil sepanjang tahun. Prioritaskan yang bisa meningkatkan pendapatan.
  10. Lifestyle dan barang premium. Waktu spending jika fondasi kamu sudah aman. Jatahnya kamu ambil dari surplus, bukan utang. Misal, kamu punya pendapatan dari side job atau ada bonus khusus.

***

Halaman:

Tags

Terkini