Karyawan yang Punya Sertifikasi AI Lebih Punya Peluang Naik Jabatan (Gaji Juga Ikut Naik)

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 22 Juli 2026 | 21:30 WIB
Ilustrasi: Karyawan yang punya sertifikasi AI ternyata lebih punya peluang untuk maju dalam kariernya. (Freepik/Tirachardz)
Ilustrasi: Karyawan yang punya sertifikasi AI ternyata lebih punya peluang untuk maju dalam kariernya. (Freepik/Tirachardz)

PejuangKantoran.com - Wacana menggantikan manusia dengan AI di dunia kerja memang sudah cukup lama bergulir. Di beberapa perusahaan, hal itu memang sudah dilakukan. Namun banyak pakar juga mengatakan, para pekerja justru perlu menguasai AI agar tidak digantikan oleh teknologi ini.

Itu sebabnya, makin banyak perusahaan yang justru mendorong karyawannya buat mengambil sertifikasi AI. Contohnya SK Broadband, perusahaan media dan jaringan asal Korea Selatan. Mereka bahkan bikin program sertifikasi kecakapan AI untuk melatih stafnya biar jadi AI natives.

"Kami akan membangun budaya di mana karyawan secara mandiri mengembangkan AI agent untuk mentransformasi produktivitas dan menciptakan nilai bisnis yang nyata," kata juru bicara SK Broadband.

Baca Juga: Standard Chartered akan Memangkas Ribuan Karyawan Seiring Meningkatnya Penggunaan AI

Tren ini juga tercermin dari laporan tahunan Value of IT Certification milik Pearson. Sebanyak 35% karyawan mengaku tertarik mengambil sertifikasi AI. Angka ini melonjak drastis dari yang tadinya cuma 17%.

Kenapa sertifikasi AI jadi penting banget?

Tentu saja peningkatan minat ini ada alasannya. Imran Akhtar, Head of Academy di perusahaan pelatihan pekerja Mthree, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini memang aktif mencari talenta yang benar-benar paham cara memakai AI secara bijak.

"Banyak pemberi kerja mencari talenta yang bisa membuktikan bahwa mereka memahami AI, dengan cara mengenali masalah secara jelas dan mempertanyakan hasil keluarannya.

"Selain itu juga menerapkan pertimbangan sendiri, bekerja secara aman dengan data, dan menggunakannya secara efektif untuk meningkatkan cara kerja," terang Akhtar.

Bagi kita sebagai karyawan, sertifikasi AI jadi bukti konkret atas keahlian yang kita miliki. Jadi nggak cuma paham teori saja, tapi juga teruji lewat praktik di dunia kerja.

Baca Juga: 26 Karyawan Gugat Meta yang Memakai AI untuk Mem-PHK Staf yang Cuti Melahirkan dan Sakit

Mendongkrak gaji dan peluang promosi

Punya sertifikasi AI ternyata berdampak langsung untuk kenaikan gaji dan jenjang karier, lho.

Riset terbaru dari Revelio Labs menunjukkan bahwa pekerja yang punya sertifikasi tingkat dasar di bidang AI atau generative AI memiliki rata-rata gaji sekitar Rp1,4 miliar per tahun.

Angka ini jauh lebih tinggi daripada karyawan yang belum punya sertifikasi. Rata-rata gaji mereka ini di kisaran Rp1,2 miliar per tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: ITPro.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X