PejuangKantoran.com - Ramadhan bisa jadi momen buat kamu banyak belajar berbagai hal. Termasuk soal berbenah perencanaan keuangan.
Tak dimungkiri, saat bulan Ramadan, selain beribadah, momen lain yang sangat berkesan adalah buka puasa bersama, kumpul keluarga, serta mempersiapkan Hari Raya Lebaran.
Tentunya, semua aktivitas tersebut membutuhkan biaya lebih dari biasanya. Faculty Head of Sequis Training Academy of Excellence Samuji, MPD, CFP, CPC berbagi tips finansial agar kita tetap dapat menikmati momen bulan Ramadan dengan rasa tenang tanpa perlu takut mengganggu rencana keuangan masa depan dan keuangan bulan ini jadi boros.
Baca Juga: Menteri Wanita Prancis Berpose untuk Sampul Playboy, Hujan Kritik dari Pemerintah
1. Disiplin Jalankan Rencana Keuangan
Saat pendapatan atau gaji bulanan diterima, selalu susun perencanaan keuangan dengan disiplin, usahakan sisihkan setidaknya 30% dari total gaji untuk ditabung, dan segera bayar tagihan dan utang. Kemudian sisanya dapat dibagi untuk pengeluaran lain serta dana darurat.
Khusus untuk dana darurat, bagi yang masih single, jumlah yang perlu dipersiapkan minimal sebesar 3 kali dari rata-rata pengeluaran bulanan.
Misalnya, pengeluaran rata-rata bulanan Rp3 juta berarti dana darurat yang dipersiapkan minimal Rp9 juta sedangkan jika sudah menikah tapi belum memiliki anak maka jumlah dana yang harus dipersiapkan minimal sebesar 5 kali dari rata-rata pengeluaran bulanan.
Ketika kelak sudah memiliki anak dan jumlah tanggungan lebih banyak maka jumlah dana darurat harus ditingkatkan. Mempersiapkan dana darurat penting untuk berjaga-jaga jika terjadi risiko hilangnya pendapatan seperti PHK, Anda dan keluarga masih bisa bertahan "beberapa" bulan ke depan.
Samuji mengatakan untuk menyiapkannya, bisa dicicil sedikit demi sedikit misalnya 2-3% dari pendapatan dan bisa dipersiapkan dalam rekening terpisah. Semakin besar pendapatan yang bisa disisihkan tentu akan makin cepat dana darurat terkumpul sebesar yang dibutuhkan.
Ketika mendapat bonus, komisi, atau THR jangan sampai terlena saat melihat barang diskon atau promo yang sering kali ditawarkan saat hari besar, seperti Ramadan dan Idul Fitri. Anda bisa memindahkan sebagian dana tambahan tersebut ke dalam rekening dana darurat.
Baca Juga: Umat Katolik Rayakan Minggu Palma, Apa Sih Maknanya?
2. Jangan Iya-in Semua Ajakan Bukber, Harus Punya Batas
Undangan buka puasa bersama sekaligus ajang reuni tentu menyenangkan tapi waspada karena pengeluaran bisa saja membengkak. Apalagi jika buka bersama diadakan di restoran dan Anda harus menghadiri beberapa acara serupa selama bulan Ramadan.