PejuangKantoran.com - Kebahagiaan itu bisa dirasakan ketika kita punya gaji yang besar, keluarga yang penuh kasih, bisa makan enak, dan jalan-jalan kapan saja.
Itulah mengapa uang disebut menjadi salah satu hal yang bisa membuat seseorang bahagia.
Namun, kebahagiaan bukan saklar yang langsung menyala ketika rekening bank mencapai angka ajaib. Ini adalah emosi kompleks yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait.
Baca Juga: 4 Cara Mengubah Pola Pikir Selalu Kekurangan agar Kamu Bisa Menghasilkan Lebih Banyak Uang
Misalnya saja pekerjaan, kesehatan, hubungan dengan pasangan, rutinitas, pemicu stres, pendidikan, kepribadian, filosofi hidup, dan seterusnya.
Karena beberapa faktor ini dapat berubah setiap hari, para peneliti sering kali menanyakan tentang dua jenis kebahagiaan:
Pertama adalah kesejahteraan yang dialami, yaitu bagaimana perasaan saat ini atau akhir-akhir ini;
Kedua adalah kepuasan hidup, yaitu bagaimana perasaanmu tentang kehidupan secara umum.
Tahun lalu, Matthew Killingsworth, peneliti psikologi senior di University of Pennsylvania, menindaklanjuti studi Kahneman-Deaton.
Dia mengembangkan aplikasi ponsel pintar yang secara acak akan mengirim pesan kepada peserta untuk menanyakan kebahagiaan dan kepuasan hidup mereka.
Meskipun penelitian ini tidak mencari sebab akibat, Killingsworth berpendapat bahwa kendali diri adalah komponen penting dalam mengelola penghasilan demi mencapai kesejahteraan.
Baca Juga: 7 Mobil Baru Harga Rp 100 Jutaan di GIIAS 2023, Cocok buat yang Pertama Kali Beli Mobil!
“Ketika kamu punya uang, kamu punya pilihan, dan itu bisa terwujud dalam berbagai cara,” katanya.
Jika kamu aman, sehat, tinggal di lingkungan yang baik, dan menikmati kehidupan sosial yang aktif, saldo di rekening tidak akan terlalu mempengaruhi kebahagiaanmu.
Kamu mungkin mengalami pergumulan dalam hidup sehari-hari, tetapi tekanan finansial tidak terlalu mempersulit perjuangan tersebut.