Beda cerita jika kamu sedang berjuang, tidak sehat, kesepian, atau tinggal di lingkungan yang penuh gangguan, maka kesulitan finansial kemungkinan besar akan memperburuk tantangan tersebut.
Dengan kata lain, penghasilan tidak lagi membatasi kebahagiaanmu.
Apakah uang bisa membeli kebahagiaan?
Meskipun penelitian menunjukkan korelasi yang kuat antara kebahagiaan dan uang, tidak satupun yang dapat menentukan bahwa uang bisa memberikan kebahagiaan.
Baca Juga: 4 Cara Merencanakan Keuangan Buat Generasi Sandwich Bisa Merdeka Finansial
Ketika membahas uang dan kebahagiaan, pertanyaannya bukan hanya seberapa banyak yang kamu miliki melainkan bagaimana cara kamu menggunakan uang.
Jika kamu membelanjakan uang untuk hal-hal, pengalaman, dan kebutuhan yang menggerakkan roda kebahagiaan, uang akan membuat hidupmu lebih bahagia.
Memang tidak akan bisa sempurna, tetapi lebih bahagia.
Elizabeth Dunn, profesor psikologi sosial di Universitas British Columbia, dan Michael Norton, profesor administrasi bisnis di Harvard Business School, telah mempelajari kebahagiaan selama lebih dari satu dekade.
Penelitian mereka menunjukkan, salah satu alasan orang yang memiliki lebih banyak uang merasa lebih bahagia bukan hanya karena besarnya rekening bank mereka, melainkan bagaimana mereka menggunakan uang untuk menghasilkan kebahagiaan.
Menurut Norton, jutawan menghabiskan lebih banyak waktu dan uang untuk rekreasi aktif, seperti olahraga, hobi, liburan, dan peluang sosial.
Baca Juga: Pekerja Pemula Baru Dapat Gaji Pertama, Bisa Nggak Sih Merdeka Finansial? Ini Caranya
Pada orang dengan tingkat pendapatan lebih rendah, mereka semakin banyak menggunakan uang untuk rekreasi pasif, seperti menonton TV atau bahkan tidak melakukan apa pun.
“Ternyata waktu luang yang pasif membuat kita tidak bahagia, dan waktu luang yang aktif membuat kita bahagia.
"Jutawan sebenarnya dapat membeli lebih banyak waktu luang yang aktif, dan hal ini sebagian memprediksi mengapa mereka menjadi orang-orang yang lebih bahagia,” katanya.