PejuangKantoran.com - Katanya inflasi, tapi kok gaya hidup terus meningkat? Bilangnya mau resesi, tapi kok masih saja senang belanja-belanja? Hm… mengelola keuangan memang nggak gampang. Sudah begitu, terjadi inflasi gaya hidup yang membuat kita makin sulit mengatur keuangan.
Tunggu, apa yang dimaksud dengan inflasi gaya hidup, dan bagaimana kita bisa menghindari inflasi gaya hidup ini lebih dulu?
Inflasi gaya hidup terjadi ketika kita membiarkan pengeluaran kita meningkat perlahan-lahan karena kita menginginkan gaya hidup yang lebih mewah. Hal ini biasanya terjadi ketika pendapatan kita meningkat tapi kita juga menaikkan pengeluaran kita untuk mengimbangi naiknya penghasilan itu. Hasilnya, penghasilan naik tapi tingkat tabungan tak pernah naik secara substantif.
Padahal, inflasi gaya hidup gampang terjadi kalau kamu membiarkannya. Mulanya mungkin dengan meng-upgrade gaya hidup, seperti memesan layanan antar makanan setiap hari, atau staycation di hotel saban weekend. Lama-kelamaan hal ini menjadi gaya hidup mewah yang sebenarnya tidak mampu kamu jalani.
Baca Juga: Mau Penghasilan Tambahan? Yuk, Buka Kelas Pelatihan Sesuai Keahlian Kamu!
Dalam jangka panjang, gaya hidup seperti ini bisa menyebabkan tabungan stagnan. Kamu akan kesulitan menabung untuk tujuan jangka panjang, dan terus menikmati kenyamanan jangka pendek yang sebenarnya tidak membuat kamu happy.
Contoh inflasi gaya hidup adalah, kamu tidak punya tabungan untuk membiayai mimpi-mimpi kamu. Sebab, anggaran kamu sudah dipenuhi daftar pengeluaran yang mungkin tidak kamu perlukan.
Trik menghindari inflasi gaya hidup
Inflasi gaya hidup bisa mengacaukan tujuan jangka panjang dengan mudah. Jebakan kepuasan jangka pendek seperti shopping barang-barang branded bisa menunda rencana kamu untuk melunasi utang, menabung untuk uang muka rumah, atau pensiun.
Ketika kamu menambahkan kemewahan baru dalam hidupmu, bandingkan standar hidup kamu dengan manfaat dari tujuan jangka panjang kamu. Biasanya, orang lebih memilih untuk melupakan nikmatnya peningkatan gaya hidup demi stabilitas keuangan jangka panjang kok.
Baca Juga: Ini Dokumen yang Dibutuhkan untuk Melamar ke BUMN. Simak Juga Cara Mengunggahnya!
Untuk menghindari inflasi gaya hidup, ini yang bisa kamu lakukan:
1. Waspada dengan apa yang kamu belanjakan.
2. Tentukan berapa banyak kenaikan gajimu setelah dikurangi pajak penghasilan dan tagihan-tagihan.
3. Sesekali manjakan diri dengan spa atau liburan, tapi jangan jadi rutinitas.
4. Ketika gajimu naik, putuskan berapa banyak yang ingin kamu sisihkan untuk membeli sesuatu.
5. Hindari membuat berbagai perubahan gaya hidup sekaligus. Mendingan, tambahkan pengeluaran baru satu per satu agar kamu masih bisa menyisihkan lebih banyak untuk tabungan.
6. Auto-debet gajimu tiap bulan untuk menabung. Jadi, kamu tidak perlu membuat keputusan untuk menabung secara teratur.
7. Jangan membiasakan diri berbelanja dengan berutang. Walaupun kamu bisa membayar cicilannya, tidak berarti kamu benar-benar mampu membelinya.
8. Tetapkan anggaran untuk membantu memantau pengeluaran.
Artikel Terkait
Bintang NBA Atlanta Hawks Justin Holiday Pamer Jaket Bomber Motif Batik Indonesia
Akhirnya, Ada Bursa Kerja buat Penyandang Disabilitas di Semarang!
Daftar Lengkap Content Creator Paling Hits di Indonesia dari Youtube Wrapped 2022
Pengajuan Single Nomination Kebaya Indonesia ke UNESCO, Sudah Tepatkah Langkah Ini?
Ketahuan Selingkuh, Pasangan Presenter TV Ini Tidak Siaran Lagi Tanpa Batas Waktu