PejuangKantoran.com - Pandemi Covid-19 telah membuat banyak orang putus asa akan kesempatan kerja dan menurunnya penghasilan.
Namun, meskipun kesulitan terus meningkat selama dua tahun terakhir, hampir tiga perempat Gen Z berpikir mereka akan menjadi kaya suatu hari nanti.
Jadi apa rahasia mereka?
Gen Z ternyata memiliki pendekatan tersendiri dalam hal keuangan, baik soal investasi maupun pendapatan. Salah satu perbedaan terbesar antara Gen Z dan generasi sebelumnya adalah bagaimana mereka memanfaatkan dan menyimpan uang mereka.
Baca Juga: Bahasa Jaksel? Tidak, Terima Kasih. Prilly Latuconsina Ajak Gen Z Kembali Berbahasa Indonesia Baku
Alih-alih membuka rekening tabungan atau menyisihkan uang untuk dana pensiun, Gen Z berfokus untuk menginvestasikan uang yang bisa memberikan keuntungan langsung.
Misalnya, sebagian besar Generasi X dan generasi Milenial memilih membeli rumah sebagai cara untuk menginvestasikan uang mereka. Namun, kebanyakan Gen Z memanfaatkan properti untuk membangun kekayaan dengan cara lain.
Gen Z berinvestasi dalam properti sewaan dengan konsep yang lebih baru, seperti investasi properti parsial (fractional ownership) dan real estate investment trust (REIT) atau yang disebut sebagai saham properti.
Dengan metode fractional ownership, kamu bebas memilih properti yang kamu sukai melalui media berbasis online, demikian dikutip Fractiown.com. Hanya bermodal mulai sekitar Rp13 juta, kamu bisa membeli saham atau kepemilikan dalam produk properti tersebut.
Berbeda dengan REIT, instrumen investasi dalam bentuk surat berharga yang berisi dana kolektif dari beberapa perorangan, dan diinvestasikan pada aset-aset properti.
Siapa pun bisa membeli saham REIT selama produk ini terdaftar di bursa efek. Sayangnya, kalau kamu menginvestasikan dana ke dalam produk REIT, kamu tidak akan tahu proyek properti mana saja yang kamu “beli”.
Gen Z tergolong sangat antusias dalam berinvestasi, tetapi untuk masa pensiun saja. Sebaliknya, lebih dari separuh Gen Z memiliki dana yang diinvestasikan dalam berbagai macam usaha.
Investasi ini bervariasi antara reksa dana, dana yang diperdagangkan di bursa (Exchange Traded Fund/ETF), cryptocurrency, dan token yang tidak dapat dipertukarkan (Non Fungible Token/NFT).
Pergeseran dramatis dalam investasi inilah yang kemungkinan besar memengaruhi pandangan umum Gen Z tentang kekayaan mereka di masa depan.
Artikel Terkait
Dari Macan yang Garang ke Kelinci yang Lembut: Mengenal Kepribadian Shio Kelinci yang Tenang tapi Lincah
Sakit Kepala Reda Saat Minum Kopi, atau Justru Sakit Kepala Ketika Mengurangi Kopi?
Hati-hati Ketipu Beli Emas, Ini Cara Cek Emas Asli atau Palsu
Menyimpan Dana Tunai Lebih Penting Saat Resesi? Begini Cara Mempertahankan Dana Tunai Kamu!
Microsoft Berencana Pecat 10.000 Karyawan