PejuangKantoran.com – Perayaan Hari Batik Nasional 2023 akan menghadirkan rangkaian acara di mana setiap peserta bisa merasakan keragaman budaya batik yang membentang dari ujung Pulau Sumatera hingga ke tanah Papua.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Yayasan Batik Indonesia berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda, atau yang biasa disebut Gen Z, tentang keragaman tersebut.
Pasalnya, fakta temuan Wakil Ketua Yayasan Batik Indonesia (YBI) Diana Santosa menunjukkan bahwa Gen Z enggan memakai batik.
Baca Juga: 4 Acara Menarik di Hari Batik Nasional 2023, Salah Satunya Membuat Karya Masterpiece untuk IKN
"Gen Z merasa terlihat tua dan aneh bila memakai batik," ucap Diana, saat konferensi pers yang berlangsung di Senovarti at Senopati, Jakarta Selatan, Senin (25/9/2023) lalu, menjelang peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober.
Yang dimaksud Gen Z adalah generasi yang lahir antara 1997 hingga 2000 ke atas. Kendati begitu, menurut Diana, Gen Z adalah pasar masa mendatang industri batik Indonesia.
"Gen Z adalah tantangan masa depan batik Indonesia," ucap Diana, yang juga pewaris jenama batik Danar Hadi.
Peringatan Hari Batik Nasional 2023 bertepatan dengan 14 tahun penetapan Batik Indonesia sebagai warisan budaya tak benda pada 2009 oleh Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO).
Kata Diana, pengakuan UNESCO tersebut berlaku untuk proses membatik menggunakan canting, lilin malam panas, dan air sebagai peluruh, pada pembuatan batik tulis dan batik cap.
Oleh karena itu, Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 tanggal 17 November 2009 yang menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.
Yayasan Batik Indonesia membawa misi untuk memberi edukasi bagi generasi muda dengan memberikan berbagai upaya untuk membuat batik menjadi bagian dari identitas para Gen Z.
Salah satu hal yang dilakukan Yayasan Batik Indonesia ini adalah dengan mengembangkan motif-motif batik yg disukai generasi muda, atau mengemas semua event-event batik dengan selera muda dan segala usia.
“Juga dengan mengadakan berbagai lomba, seperti salah satunya karya tulis batik yang tentunya mengarah pada Gen Z,” ungkap Diana.
Baca Juga: Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso, Mengungkap Kasus Kopi Sianida yang Tak Diketahui Publik
Diana mengatakan, langkah-langkah baru yang akan dilakukan para pemangku kepentingan industri batik di Indonesia demi menyasar pasar Gen Z adalah:
Artikel Terkait
Saat Berangkat Kerja, Seorang Wanita Ditusuk Orang Tak Dikenal di Mal Central Park hingga Tewas
Tiga Tahun Berdiri, KKV yang Terkenal sebagai Surga Mi Instan Sudah Membuka 1000 Toko
8 Drama Korea yang Bakal Tayang Oktober 2023, Ada Cha Eun-woo dan Bae Suzy!
Buat yang Cinta Dunia Film, Cinépolis Indonesia Buka Lowongan Kerja Brand Marketing Manager
Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso, Mengungkap Kasus Kopi Sianida yang Tak Diketahui Publik
Berapa Harus Menggaji Diri Kita sebagai Pemilik Bisnis? Begini Cara Menentukan Besaran Gajinya!