Sleep Tourism, Ketika Orang-orang Berani Bayar Mahal untuk Tidur Nyenyak

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 2 Oktober 2023 | 07:00 WIB
Ilustrasi: Liburan yang berfokus pada tidur adalah salah satu tujuan sleep tourism. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Liburan yang berfokus pada tidur adalah salah satu tujuan sleep tourism. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Sekarang ini orang harus membayar mahal untuk bisa tidur nyenyak. Terbukti, ada satu tren wisata baru yang sedang digemari sekarang, yaitu sleep tourism alias wisata tidur.

"Tidak diragukan lagi bahwa liburan yang berfokus pada tidur adalah salah satu tren terbesar dalam industri perjalanan pada tahun 2023," kata Jules Perowne, CEO dan pendiri Perowne International.

Ketimbang mengikuti rencana perjalanan yang padat dan tidak menyisakan waktu untuk bersantai-santai, wisatawan kini rela membayar mahal untuk mendapatkan istirahat malam yang baik.

Baca Juga: Gen Z Emoh Pakai Batik karena Terlihat Tua dan Aneh, Apa yang Akan Dilakukan Yayasan Batik Indonesia?

Hotel-hotel di seluruh dunia membuat program-program yang didukung para ahli untuk menawarkan sleep tourism, yang memprioritaskan waktu untuk membantu orang tidur lebih nyenyak.

"Hotel bukan hanya menawarkan kesehatan sebagai sampingan; mereka juga menawarkan pendekatan yang lebih holistik terhadap kesehatan.

"Tujuan yang paling banyak diminati saat ini adalah meningkatkan dan memperbaiki kualitas tidur," tambah Jules.

Para tamu ingin lebih dari sekadar tempat tidur untuk bermalam; mereka ingin punya pengalaman dan sesuatu yang dapat meningkatkan kesehatan mereka.

"Munculnya sleep tourism adalah hasil dari minat kita untuk mendapatkan tidur yang berkualitas,” kata Sarah Wilde, konsultan tidur di Beyond Insomnia.

“Apakah Anda akan memonitor tidur Anda, atau memastikan Anda memiliki lingkungan yang optimal untuk tidur, hal ini menunjukkan betapa kita mulai menghargainya."

Bagaimana cara kerja sleep tourism?

Sleep tourism membantu tamu fokus pada upaya untuk tidur berkualitas. Tamu akan mendapatkan perlengkapan dasar seperti bantal, sajian teh yang membuat rileks, dan garam mandi, hingga program beberapa hari yang dipandu para spesialis tidur agar kualitas tidur kita meningkat.

Program wisata tidur punya tujuan untuk menentukan akar penyebab kesulitan tidur tamu, apakah ada hambatan untuk tidur seperti stres dan kecemasan, hingga insomnia dan masalah tidur lainnya seperti mendengkur.

Baca Juga: Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso, Mengungkap Kasus Kopi Sianida yang Tak Diketahui Publik

Program ini juga menguji seberapa nyenyak tidur kita, dan menyarankan perawatan dan terapi untuk membantu memperbaiki gangguan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CN Traveller

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X