PejuangKantoran.com - Sekarang ini orang harus membayar mahal untuk bisa tidur nyenyak. Terbukti, ada satu tren wisata baru yang sedang digemari sekarang, yaitu sleep tourism alias wisata tidur.
"Tidak diragukan lagi bahwa liburan yang berfokus pada tidur adalah salah satu tren terbesar dalam industri perjalanan pada tahun 2023," kata Jules Perowne, CEO dan pendiri Perowne International.
Ketimbang mengikuti rencana perjalanan yang padat dan tidak menyisakan waktu untuk bersantai-santai, wisatawan kini rela membayar mahal untuk mendapatkan istirahat malam yang baik.
Hotel-hotel di seluruh dunia membuat program-program yang didukung para ahli untuk menawarkan sleep tourism, yang memprioritaskan waktu untuk membantu orang tidur lebih nyenyak.
"Hotel bukan hanya menawarkan kesehatan sebagai sampingan; mereka juga menawarkan pendekatan yang lebih holistik terhadap kesehatan.
"Tujuan yang paling banyak diminati saat ini adalah meningkatkan dan memperbaiki kualitas tidur," tambah Jules.
Para tamu ingin lebih dari sekadar tempat tidur untuk bermalam; mereka ingin punya pengalaman dan sesuatu yang dapat meningkatkan kesehatan mereka.
"Munculnya sleep tourism adalah hasil dari minat kita untuk mendapatkan tidur yang berkualitas,” kata Sarah Wilde, konsultan tidur di Beyond Insomnia.
“Apakah Anda akan memonitor tidur Anda, atau memastikan Anda memiliki lingkungan yang optimal untuk tidur, hal ini menunjukkan betapa kita mulai menghargainya."
Bagaimana cara kerja sleep tourism?
Sleep tourism membantu tamu fokus pada upaya untuk tidur berkualitas. Tamu akan mendapatkan perlengkapan dasar seperti bantal, sajian teh yang membuat rileks, dan garam mandi, hingga program beberapa hari yang dipandu para spesialis tidur agar kualitas tidur kita meningkat.
Program wisata tidur punya tujuan untuk menentukan akar penyebab kesulitan tidur tamu, apakah ada hambatan untuk tidur seperti stres dan kecemasan, hingga insomnia dan masalah tidur lainnya seperti mendengkur.
Baca Juga: Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso, Mengungkap Kasus Kopi Sianida yang Tak Diketahui Publik
Program ini juga menguji seberapa nyenyak tidur kita, dan menyarankan perawatan dan terapi untuk membantu memperbaiki gangguan tersebut.
Artikel Terkait
Ada Alasan Kenapa Cuti Melahirkan Disarankan Selama 6 Bulan
Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso, Mengungkap Kasus Kopi Sianida yang Tak Diketahui Publik
Berapa Harus Menggaji Diri Kita sebagai Pemilik Bisnis? Begini Cara Menentukan Besaran Gajinya!
4 Acara Menarik di Hari Batik Nasional 2023, Salah Satunya Membuat Karya Masterpiece untuk IKN
Gen Z Emoh Pakai Batik karena Terlihat Tua dan Aneh, Apa yang Akan Dilakukan Yayasan Batik Indonesia?
Ketahui Waktu Paling Tepat untuk Operasi Katarak