Baca Juga: Mengapa Orang Jepang Tak Bisa Lepas dari Smartphone atau Ponsel Pintar?
Banyak orang di media sosial setuju dengan pilihan tersebut, menggambarkannya sebagai sesuatu yang indah dan menyegarkan. Yang lain menganggap warna itu membosankan, tidak menarik, dan tidak menarik.
Beberapa komentar menganggap buah persik mengingatkan pada rona vintage yang berlebihan. Warnanya "mengingatkan saya pada setiap pilihan warna dekorasi rumah tahun 90-an," salah satu komentar Instagram berbunyi.
"Dunia ini tidak lagi bagus atau kabur. Kasihan," tulis orang lain.
Salah satu kritik yang tidak langsung menggambarkan buah persik sebagai "warna yang sangat demokratis karena tidak terlihat bagus bagi siapa pun."
Baca Juga: Hasil Seleksi PPPK 2023 Sudah Diumumkan, Cek Link Pengumuman dan Tahap Seleksi Selanjutnya
Reaksi terhadap pengumuman tersebut mengungkapkan bahwa banyak orang mengharapkan, bahkan mendukung, tahun hijau.
“Setidaknya ini cocok dengan warna hijau tua atau hijau baja, tapi rasanya masyarakat membutuhkan harapan, pertumbuhan kembali, dan ketabahan yang datang dari tahun hijau,” tulis salah satu pengguna.
Artikel Terkait
Liburan Enaknya Kemana? Ini Destinasi Wisata Seru yang Bisa Dikunjungi, Mumpung Masih Gajian
Konten Positif, Kimbab Family Dapat Penghargaan Keluarga Multikultur Terbaik dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Daftar Lengkap Pemenang Spotify Wrapped Live Indonesia 2023 yang Dimeriahkan James Arthur dan BamBam
Sop Buntut alias Oxtail Soup, Kuliner Daging Sapi Paling Moncer Saat Ini
20.444 Pengunjung Hadiri Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-18. Siapa Pemenang Golden Hanoman?
Taste atau Cita Rasa Asam, Asin, dan Manis pada Menu Kuliner Indonesia, Ini Fungsinya
Plastik Ramah Lingkungan Tersemat di Smartphone Premium, Ini Faedahnya
Women From Rote Island: Tingginya Kasus Pelecehan Seksual di Balik Keindahan Alam Pulau Rote
Mengapa Orang Jepang Tak Bisa Lepas dari Smartphone atau Ponsel Pintar?
Daging Sapi Australia Lebih Empuk daripada Daging Sapi Lokal Indonesia, Kok Bisa?