Memotong Daging dan Ikan dengan Pisau Tajam, Mana Lebih Sulit?

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Selasa, 12 Desember 2023 | 13:32 WIB
Foto ilustrasi pisau pemotong bahan baku kuliner termasuk pemotong daging sapi australia maupun daging sapi pada umumnya. (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)
Foto ilustrasi pisau pemotong bahan baku kuliner termasuk pemotong daging sapi australia maupun daging sapi pada umumnya. (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)

"Memotong ikan lebih sulit," kata Technical Director Katto Hermanto Tan.

"Pisau untuk memotong ikan harus tajam," ucap Hermanto Tan.

"Kalau pisau tidak tajam, daging ikan atau ikan akan rusak," imbuh Technical Director Katto Hermanto Tan.

Foto ilustrasi potongan daging sapi Australia pada lomba Butchery and Cooking Competition 2023 oleh Meat & Livestock Australia (MLA), Kamis (30/11/2023) di Hotel Raffles Jakarta.
Foto ilustrasi potongan daging sapi Australia pada lomba Butchery and Cooking Competition 2023 oleh Meat & Livestock Australia (MLA), Kamis (30/11/2023) di Hotel Raffles Jakarta. (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)

Dalam pengalaman Hermanto Tan, memotong daging, baik daging sapi australia maupun daging sapi lokal Indonesia atau daging rusa dari hasil berburu, pada umumnya, lebih mudah ketimbang memotong ikan dengan pisau tajam.

Kekhasan daging rusa atau sapi pada umumnya adalah red meat atau daging merah.

Ciri-ciri daging merah atau red meat, terang Hermanto Tan, adalah terdapat bone atau tulang.

"Semua daging binatang darat lebih mudah dipotongnya untuk di-butchery," tutur Technical Director Katto Hermanto Tan.

Sekali lagi, Hermanto Tan mengingatkan, memotong daging ikan lebih sulit andaikan dibandingkan dengan daging sapi atau rusa.

"Daging ikan soft dan lunak. Jadi, kalau pisaunya tidak tajam, daging ikan soft dan lunak, daging ikan akan lunak saat dipotong," pungkas Technical Director Katto Hermanto Tan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X