Mencium Aroma Gula dan Spiritus di Agrowisata Pabrik Gula Madukismo

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Rabu, 3 Januari 2024 | 20:50 WIB
Di Agrowisata Pabrik Gula Madukismo tersedia kereta tua untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi PG dan Pabrik Spiritus Madukismo. (Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul)
Di Agrowisata Pabrik Gula Madukismo tersedia kereta tua untuk mengantar wisatawan berkeliling lokasi PG dan Pabrik Spiritus Madukismo. (Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul)

PejuangKantoran.com - Barangkali ada yang penasaran ingin mencium aroma gula dan spiritus di Agrowisata Pabrik Gula atau PG Madukismo?

"Datanglah ke Agrowisata Pabrik Gula Madukismo pada Mei sampai dengan Oktober," tutur Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY Markus Purnomo Adi kepada PejuangKantoran.com, pekan lalu.

Asal tahu saja, Mei hingga Oktober adalah musim giling tebu alias proses produksi gula dan alkohol spiritus di Pabrik Gula atau PG Madukismo.

Lebih lanjut, Markus Purnomo Adi menerangkan bahwa Pabrik Gula atau PG Madukismo terletak di Padokan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul.

"Kami mengemas Pabrik Gula Madukismo dalam konsep agrowisata untuk seluruh masyarakat," kata Markus Purnomo Adi.

Madukismo

Kisah Pabrik Gula atau PG Madukismo adalah rentetan sejarah tentang tebu, gula, dan spiritus di Yogyakarta khususnya dan Indonesia, umumnya.

Kala itu, Sultan Hamengkubuwono IX mengusulkan pembangunan kembali pabrik gula di bekas lokasi PG Padokan atau Gesikan yang hancur lebur akibat Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948.

Demi menjaga pasokan gula dalam negeri, pembangunan kembali PG Padokan atau Gesikan juga berfokus pada perluasan lapangan kerja gegara karyawan PG Padokan atau Gesikan terpaksa kehilangan pekerjaan lantaran pengeboman oleh Belanda.

Per 31 Maret 1958, PG Madukismo pun resmi beroperasi hingga kini.

"Kami mengemas agrowisata dengan nama PT Madubaru PG PS (Pabrik Spiritus) Madukismo," tutur Markus Purnomo Adi.

Adalah penerus Sultan Hamengkubowono IX yakni Sultan Hamengkubowono X yang memperkenalkan Agrowisata PG Madukismo kepada khalayak banyak pada 17 April 1993.

Sejak saat itu, Agrowisata Pabrik Gula Madukismo menjadi destinasi wisata bagi turis lokal maupun mancanegara.

Markus Purnomo Adi, selanjutnya, membeberkan bahwa pada kunjungan Mei hingga Oktober, pengunjung akan mendapatkan pengenalan pengolahan tebu menjadi gula dan pembuatan alkohol spiritus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X