Tanda-tanda Orang yang Tampak Percaya Diri tapi Sebenarnya Punya Keyakinan Diri yang Rendah

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 3 Januari 2024 | 13:48 WIB
Ilustrasi: Orang yang tampak percaya diri tapi aslinya punya keyakinan diri yang rendah biasanya menunjukkan tanda-tanda ini. (Freepik/Cookie_Studio)
Ilustrasi: Orang yang tampak percaya diri tapi aslinya punya keyakinan diri yang rendah biasanya menunjukkan tanda-tanda ini. (Freepik/Cookie_Studio)

PejuangKantoran.com - Kamu mungkin merasa salut pada orang lain yang tampak percaya diri. Namun ternyata, banyak dari mereka yang sebenarnya sedang berusaha melawan keyakinan diri yang rendah.

Sering kali ada perilaku halus yang ditunjukkan oleh orang-orang yang tampak percaya diri ini, tetapi mengisyaratkan rasa tidak aman karena keyakinan diri yang rendah.

Dengan sedikit lebih peka, kamu bisa mengenali tanda-tanda orang yang tampak percaya diri namun sebenarnya bergulat dengan keyakinan diri yang rendah. Siapa tahu itu kamu sendiri?

Baca Juga: Hati-hati Jangan Sembarangan Coba, Ini Bahaya Full Makeup Tester di Mal 

1. Kompensasi berlebihan

Kompensasi berlebihan menggambarkan perilaku di mana seseorang bertindak melampaui batas untuk menyembunyikan kelemahan yang mereka rasakan. Ia seperti ingin mencoba menutupi rasa insecure-nya dengan pencapaian eksternal.

Contohnya ketika seseorang terlalu menyombongkan prestasinya, atau selalu ingin menjadi orang terpintar di kantor. Kesannya percaya diri, tetapi ini bisa menandakan bahwa mereka berusaha menutupi beberapa masalah harga diri yang mengakar.

2. Sering meminta maaf

Orang yang sering meminta maaf atas hal-hal yang bukan kesalahannya, sering kali karena tidak yakin pada dirinya sendiri. Mereka merasa terus-menerus melakukan kesalahan, atau membuat kesal orang lain.

Ia akan meminta maaf karena mengajak bertemu saat cuaca panas, misalnya, atau saat menagih laporan yang memang menjadi kewajiban rekan kerja. Butuh banyak introspeksi dan upaya sadar untuk menghentikan kebiasaan ini.

Baca Juga: Tarif Pemotongan PPh Pasal 21 dengan Skema TER Resmi Berlaku 1 Januari 2024, Begini Rumus Perhitungannya

3. Perfeksionis

Perfeksionis itu kesannya positif, tetapi ternyata tidak. Ketika seseorang selalu ingin sempurna dan tidak pernah merasa cukup baik, hal ini menunjukkan kurangnya harga diri. Rasa kurang ini berasal dari rasa takut akan kegagalan atau kritik.

Hal ini sesuai hasil penelitian yang menyebut bahwa orang dengan harga diri rendah lebih mungkin menderita perfeksionisme. Mereka terus berusaha memenuhi standar yang tinggi untuk mendapatkan persetujuan dari orang lain, untuk memperkuat harga diri mereka.

4. Sulit menerima pujian

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: hackspirit.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X