Mengapa Warren Buffett Menyebutkan Bahwa Integritas Penting? Berikut Cara Menumbuhkannya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 20 Juli 2026 | 14:53 WIB
Menurut warren Buffett, intergritas itu pentung dan mendasar. Apa alasannya dan bagaimana cara menumbuhkannya? (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Menurut warren Buffett, intergritas itu pentung dan mendasar. Apa alasannya dan bagaimana cara menumbuhkannya? (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.comWarren Buffett pernah menyampaikan kalimat yang penting ini: “ Look for three things in a person: intelligence, energy, and integrity. If they don't have the last one, don't even bother with the first two.”

Menurut Buffett, ketika seseorang punya kecerdasan dan semangat (energi), namun tak punya integritas, maka kecerdasan dan semangat tadi tidak ada gunanya.

Makna kutipan ini jauh lebih dalam daripada sekadar mengatakan bahwa integritas itu penting. Buffett sedang menjelaskan bagaimana menilai karakter seseorang, terutama ketika memilih rekan kerja, mitra bisnis, atau pemimpin.

Tiga hal yang diperlukan dari seseorang yang disebut Buffett tadi adalah kualitas yang harus dipunyai orang-orang pilihan:

  1. Intelligence (Kecerdasan): mampu berpikir logis, cepat belajar, pandai memecahkan masalah.
  2. Energy (Energi atau semangat): rajin bekerja, proaktif, gigih mencapai target.
  3. Integrity (Integritas): jujur, dapat dipercaya, tidak menyalahgunakan wewenang, memegang prinsip meskipun ada godaan.

Baca Juga: Tidak Semua Penjilat di Kantor Itu Buruk: Cara Jadi Karyawan Kesayangan Bos Tanpa Kehilangan Integritas

Mengapa Buffett menyebut “integritas” sebagai yang terakhir? Ini karena kecerdasan dan semangat ada pengganda (multiplier), sedangkan integritas itu akan menentukan ke mana kemampuan diarahkan.

Dua kualitas pertama bisa berbahaya tanpa integritas itu sudah pasti. Coba bayangkan ada dua orang, A dan B.

Si A orangnya sangat pintar, sangat rajin, dan jujur. Kemungkinan besa ria akan menggunakan kemampuannya untuk menciptakan nilai bagi Perusahaan dan orang lain.

Sementara Si B orangnya sangat pintar dan sangat rajin, namun tidak jujur. Kemungkinan ia akan memanfaatkan kepintaran dan energinya untuk manipulasi laporan, menyembunyikan kesalahan, mengambil keuntungan pribadi, atau memanfaatkan orang lain.

Dengan kata lain, Si B menjadi lebih berbahaya justru karena ia cerdas dan energik. Ia memiliki kemampuan dan dorongan untuk melakukan tindakan yang merugikan secara lebih efektif.

Itulah mengapa Buffett mengatakan bahwa jika integritas tidak ada, dua kualitas lainnya, kecerdasan dan semangat (energi), tidak lagi menjadi kelebihan.

Baca Juga: Ini Adalah Awal dari Korupsi, yaitu Slippery Slope of Dishonesty. Waspadai Tanda-Tandanya di Kantormu!

Di lingkungan profesional, banyak perusahaan besar menggunakan prinsip ini saat merekrut atau mempromosikan karyawan. Misalnya seorang manajer yang sangat cerdas, sangat produktif, tetapi sering memanipulasi data demi bonus.

Dalam jangka pendek ia mungkin terlihat sebagai "top performer". Namun dalam jangka panjang ia bisa merusak budaya kerja, menghilangkan kepercayaan tim, menimbulkan kerugian finansial, bahkan membawa perusahaan ke masalah hukum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X