Sedangkan Livi Ciananta yang berperan sebagai Bonnie, diakui Fandy Fight sebagai pemain yang paling butuh perhatian khusus untuk melakukan adegan-adegan laga.
“Workshop fight untuk pemain rata-rata selama empat bulan, kecuali Livi yang lima bulan. Dia mendapat bonus karena (kemampuan melakukan adegan laganya) mulai dari minus, bukan dari nol!” ujar Fandy.
Untungnya meskipun harus menempuh waktu yang cukup lama agar terlihat jago fighting, Livi mengaku tidak merasa terbebani. Malahan, ia merasa didukung sepenuhnya oleh seluruh tim.
“Ketika dihadapkan dengan peran Bonnie, sementara kehidupan nyata aku tidak sebegitu beratnya, sulit aku mendalami karakter.
“Untung dalam proses pendalaman karakter aku didukung semua yang terlibat. Kak Devris de Brigel (pemeran tokoh antagonis, Paul) ini punya peranan penting untuk mengintimidasi karakter Bonnie.
“Mulai dari proses reading, aku sudah merasa dimusuhi. Rasa yang dibangun dari awal itu adalah chemistry yang sangat membantu aku mendalami karakter Bonnie!” tukas Livi. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Siapa Bilang Harus Pakai Kemeja Putih, Ini 7 Warna Pakaian Terbaik untuk Wawancara Kerja
Sudah Dua Dekade, Militer Amerika Serikat Tak Buka Lowongan Kerja
Usai Microsoft, Giliran Sony Pecat Karyawannya
Selain Jadwal Giliran Pergantian Kerja, 6 Hal Ini Biasanya Bikin Pekerja Kantoran Stres
Alasan Generasi Z Amerika Serikat Tak Mau Jadi Tentara
Riset: Perusahaan Bisa Siapkan 6 Fasilitas Ini demi Mencegah Pekerja Kantoran Mengalami Stres
Pekerja Perempuan yang Memiliki Anak Balita Mendambakan Waktu Bekerja Fleksibel