Didukung Produser Film Korea, Malam Pencabut Nyawa Angkat Tema Roh Gelap yang Rasuki Dunia Mimpi

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 6 Mei 2024 | 17:15 WIB
Malam Pencabut Nyawa, yang dibintangi Devano Danendra dan Keisya Levronka, menampilkan tema roh gelap yang merasuki dunia mimpi. (instagram.com/@cgv.id)
Malam Pencabut Nyawa, yang dibintangi Devano Danendra dan Keisya Levronka, menampilkan tema roh gelap yang merasuki dunia mimpi. (instagram.com/@cgv.id)

PejuangKantoran.com - Setelah sukses merilis Perempuan Tanah Jahanam, film horor peraih Piala Citra kategori Film Terbaik FFI 2020, Base Entertainment kembali memproduksi film horor, Malam Pencabut Nyawa.

Rumah produksi yang sukses memproduksi serial hits Gadis Kretek ini menggandeng sutradara Sidharta Tata yang karyanya kerap mendapat sambutan hangat.

Menurut produser Shanty Harmayn, sebagai sutradara muda Tata selalu berhasil meraih pencapaian-pencapaian baru dalam karyanya.

Baca Juga: Daftar Bank Bangkrut di 2024, Cek di Sini!

"Eksplorasinya, baik dalam penceritaan maupun teknis penyutradaraan, selalu menarik diikuti.

“Senang bisa bekerja sama Tata lagi. Kali ini, didukung tim kru film andal yang diharapkan bisa memberikan warna baru film horor.

“Yang lebih dari sekadar menakutkan, tapi lengkap dengan penceritaan yang kuat dan menegangkan," ujar Shanty, saat konferensi pers Malam Pencabut Nyawa di CGV, fX Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Film yang rencananya tayang 22 Mei 2024 itu terinspirasi dari novel karya Ragil J.P. berjudul Respati, dan skenarionya ditulis oleh Ambaridzki Ramadhantyo bersama Sidharta Tata.

Film Malam Pencabut Nyawa mengangkat cerita tentang seorang tokoh bernama Respati (Devano Danendra), yang mengalami trauma atas kematian kedua orangtuanya sehingga ia mengalami insomnia.

Hingga di satu titik tertentu, masalah sulit tidur tersebut membuat Respati dihantui mimpi buruk. Gangguan tidurnya semakin menakutkan ketika mimpi buruknya itu terjadi di kehidupan nyata.

Baca Juga: 5 Istilah Terapi Psikologi yang Mungkin Terlalu Sering Disalahgunakan dalam Pergaulan

Respati mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Bersama teman-temannya, Wulan (Keisya Levronka) dan Tirta (Mikha Hernan), ia mencari akar penyebab permasalahannya.

Pada proses pencarian akar permasalahan tersebut, ketiganya dipertemukan dengan berbagai bahaya yang mengancam keselamatan jiwa.

“Mereka masuk ke dalam lubang di mana mereka harus saling membantu satu sama lain agar lolos dari ancaman sosok yang ingin menghabisi nyawa mereka," tutur Sidharta Tata tentang jalan cerita filmnya.

Sutradara yang sebelumnya juga menggarap Pertaruhan: The Series itu mengaku tertarik mengambil proyek Malam Pencabut Nyawa karena tema yang ia anggap sangat fresh dalam khasanah perfilman horor di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X