PejuangKantoran.com - Setelah sukses merilis Perempuan Tanah Jahanam, film horor peraih Piala Citra kategori Film Terbaik FFI 2020, Base Entertainment kembali memproduksi film horor, Malam Pencabut Nyawa.
Rumah produksi yang sukses memproduksi serial hits Gadis Kretek ini menggandeng sutradara Sidharta Tata yang karyanya kerap mendapat sambutan hangat.
Menurut produser Shanty Harmayn, sebagai sutradara muda Tata selalu berhasil meraih pencapaian-pencapaian baru dalam karyanya.
Baca Juga: Daftar Bank Bangkrut di 2024, Cek di Sini!
"Eksplorasinya, baik dalam penceritaan maupun teknis penyutradaraan, selalu menarik diikuti.
“Senang bisa bekerja sama Tata lagi. Kali ini, didukung tim kru film andal yang diharapkan bisa memberikan warna baru film horor.
“Yang lebih dari sekadar menakutkan, tapi lengkap dengan penceritaan yang kuat dan menegangkan," ujar Shanty, saat konferensi pers Malam Pencabut Nyawa di CGV, fX Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Film yang rencananya tayang 22 Mei 2024 itu terinspirasi dari novel karya Ragil J.P. berjudul Respati, dan skenarionya ditulis oleh Ambaridzki Ramadhantyo bersama Sidharta Tata.
Film Malam Pencabut Nyawa mengangkat cerita tentang seorang tokoh bernama Respati (Devano Danendra), yang mengalami trauma atas kematian kedua orangtuanya sehingga ia mengalami insomnia.
Hingga di satu titik tertentu, masalah sulit tidur tersebut membuat Respati dihantui mimpi buruk. Gangguan tidurnya semakin menakutkan ketika mimpi buruknya itu terjadi di kehidupan nyata.
Baca Juga: 5 Istilah Terapi Psikologi yang Mungkin Terlalu Sering Disalahgunakan dalam Pergaulan
Respati mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Bersama teman-temannya, Wulan (Keisya Levronka) dan Tirta (Mikha Hernan), ia mencari akar penyebab permasalahannya.
Pada proses pencarian akar permasalahan tersebut, ketiganya dipertemukan dengan berbagai bahaya yang mengancam keselamatan jiwa.
“Mereka masuk ke dalam lubang di mana mereka harus saling membantu satu sama lain agar lolos dari ancaman sosok yang ingin menghabisi nyawa mereka," tutur Sidharta Tata tentang jalan cerita filmnya.
Sutradara yang sebelumnya juga menggarap Pertaruhan: The Series itu mengaku tertarik mengambil proyek Malam Pencabut Nyawa karena tema yang ia anggap sangat fresh dalam khasanah perfilman horor di Indonesia.
Artikel Terkait
Sedih, Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup Imbas Perubahan Selera Konsumen: 'Selamat Tinggal Sepatu Bata'
Mitos: Siapa Bilang Fresh Graduate Nggak Bisa Nego Gaji? Kasih Paham Nih, Caranya!
Cara Memperlakukan Diri Sendiri Ternyata Menandakan Bagaimana Kamu Menghargai Waktu
Lagi Tren di China, Pejuang Kantoran Pakai OOTD Ugly Clothes Buat ke Kantor, Apa Alasannya?
Masalah Utama Pejuang Kantoran 9 To 5: Mata Kering Gara-gara Seharian Lihat Komputer dan HP
Jangan Dikucek, Ini Cara Paling Tepat Atasi Mata Kering!
Kapan Kita Tahu bahwa Kita Terlalu Banyak Makan Keju? Ini Jawaban buat yang Takut Kolesterol Naik