"Ini menjadi sesuatu yang sangat berbeda sekali. Dari bahan yang sudah ada, kita benar-benar punya ruang yang bisa kita explore selebar-lebarnya.
“Itu sebabnya proses development-nya (penulisan skenario) memakan waktu lima hingga enam bulan," seru sutradara asal Yogyakarta itu.
Hal menarik lainnya dari film ini adalah masuknya Barunson E&A, produser di balik film pemenang Oscar, Parasite (2020), yang tidak hanya memberikan dukungan investasi tapi juga menangani distribusi dan penjualan globalnya.
Baca Juga: Ubah Urutan Makan Bisa Bikin Kamu Jadi Lebih Sehat, Ini Caranya
Yoonhee Choi, CEO of Barunson E&A, mengatakan bahwa karya Sidharta Tata dan Base Entertainment ini sangat menginspirasi.
“Malam Pencabut Nyawa (dengan judul Inggris: Respati) adalah film horor yang sangat mencekam, dengan tema orisinal yang mengangkat dunia mimpi.
“Kami harap kolaborasi dengan Base Entertainment ini menjadi kerja kolaborasi pertama dari kerja kolaborasi selanjutnya," ucapnya.
Malam Pencabut Nyawa juga akan diperkuat oleh Ratu Felisha, Budi Ros, dan Kiki Narendra serta komedian Fajar Nugra. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Sedih, Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup Imbas Perubahan Selera Konsumen: 'Selamat Tinggal Sepatu Bata'
Mitos: Siapa Bilang Fresh Graduate Nggak Bisa Nego Gaji? Kasih Paham Nih, Caranya!
Cara Memperlakukan Diri Sendiri Ternyata Menandakan Bagaimana Kamu Menghargai Waktu
Lagi Tren di China, Pejuang Kantoran Pakai OOTD Ugly Clothes Buat ke Kantor, Apa Alasannya?
Masalah Utama Pejuang Kantoran 9 To 5: Mata Kering Gara-gara Seharian Lihat Komputer dan HP
Jangan Dikucek, Ini Cara Paling Tepat Atasi Mata Kering!
Kapan Kita Tahu bahwa Kita Terlalu Banyak Makan Keju? Ini Jawaban buat yang Takut Kolesterol Naik