Jogja-Netpac Asian Film Festival Umumkan Platform Baru, JAFF Market, di Festival Film Cannes

photo author
- Jumat, 17 Mei 2024 | 16:01 WIB
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) mengumumkan platform barunya, JAFF Market, di sela Festival Film Cannes 2024. (Culture360.asef.org)
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) mengumumkan platform barunya, JAFF Market, di sela Festival Film Cannes 2024. (Culture360.asef.org)

PejuangKantoran.com - Jogja-Netpac Asia Film Festival (JAFF) akan meluncurkan platform baru yang disebut JAFF Market pada Desember 2024.

Inisiatif tersebut diumumkan di Festival Film Cannes 2024 yang berlangsung di Cannes, Perancis, Kamis (16/5/2024).

JAFF, yang berlangsung selama tiga hari, bertujuan untuk membentuk kembali industri film Indonesia dengan membina jaringan, inovasi dan kolaborasi antar berbagai sektor.

Baca Juga: Tim Bedah Rumah Sakit yang Didukung Lebih Banyak Dokter Wanita Meningkatkan Pemulihan Pasien

JAFF telah memainkan peran penting dalam membina sinema Indonesia, dan membantu kebangkitan banyak sineas.

“Sejak didirikan pada tahun 2006, JAFF secara konsisten memperkuat dan menstimulasi ekosistem film bagi industri film Indonesia.

"Banyak sineas baru yang mulai bermunculan dari festival tersebut,” kata Direktur Festival Ifa Isfansyah.

JAFF Market akan mencakup area seluas 10.000 meter persegi, menampilkan lebih dari 150 stan dengan perusahaan produksi, pembuat konten, dan penyedia layanan.

Platform baru ini diinisiasi oleh produser berpengalaman Linda Gozali, yang juga mantan Sekretaris Jenderal Festival Film Indonesia.

“Saya senang mendapat kesempatan ini. Dengan diperkenalkannya JAFF Market, peluang-peluang baru bagi industri perfilman Indonesia akan semakin terbuka dan semakin mendorong pertumbuhannya,” kata Linda Gozali.

Baca Juga: Karyawan Pria Bisa Dukung Rekan Wanita agar Lebih Maju di Tempat Kerja, Begini Caranya!

Festival yang bekerja sama dengan NETPAC, jaringan untuk promosi sinema Asia yang berpusat di Srilanka itu, menyoroti pemulihan pesat industri film Indonesia pascapandemi.

Saat itu film lokal menguasai 61% pasar pada tahun 2022, dan industri film menjadi pulih sepenuhnya pada tahun 2023.

Meskipun merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara, industri layar lebar di Indonesia tidak memiliki ruang pameran khusus.

Untuk itulah dibuat JAFF Market, yang bertujuan untuk mengisi kesenjangan ini dengan menjadi pasar film dan konten terbesar di Indonesia, menyatukan para profesional, talenta baru, dan pemangku kepentingan utama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Variety, Deadline

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X