Joko Anwar Kolab bareng Amazon MGM Studios untuk Action Thriller-nya, Pengepungan di Bukit Duri

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 29 Oktober 2024 | 07:58 WIB
Joko Anwar akan merilis filmnya yang ke-11,  Pengepungan Di Bukit Duri, bekerja sama dengan studio Hollywood Amazon MGM Studios. (Instagram @jokoanwar)
Joko Anwar akan merilis filmnya yang ke-11, Pengepungan Di Bukit Duri, bekerja sama dengan studio Hollywood Amazon MGM Studios. (Instagram @jokoanwar)

PejuangKantoran.com - Tidak berjarak lama dari rilis Siksa Kubur dan series Nightmares and Daydreams, Joko Anwar mengumumkan bahwa ia telah menyelesaikan film terbarunya, Pengepungan di Bukit Duri.

Produksi filmnya yang ke-11 ini juga menandai babak baru dari karir filmnya yang ditandai dengan kolaborasi pertamanya dengan studio Hollywood besar, yaitu: Amazon MGM Studios.

Film yang akan memiliki judul bahasa Inggris The Siege at Thorn High ini merupakan kolaborasi pertama rumah produksi di Asia Tenggara dengan studio Hollywood, Amazon MGM Studios, untuk perilisan film layar lebar.

Baca Juga: Pengguna iPhone, Gunakan Fitur Significant Locations untuk Melacak History Perjalanan Kamu

Ada beberapa hal menarik lainnya dari film garapan sutradara kelahiran Medan, 3 Januari 1976 ini, yaitu:

1. Skenario film ditulis Joko Anwar tahun 2007

Naskah Pengepungan di Bukit Duri bisa dibilang sebagai naskah lama Joko Anwar. Butuh waktu panjang untuk akhirnya meluncurkan film ini, karena berkaitan dengan kedewasaan dirinya sebagai pribadi dan seorang sineas.

"Saya menunggu selama 17 tahun. Setelah 17 tahun menimbang-nimbang dan menajamkan skenarionya, saya merasa baru saat ini cukup dewasa untuk bisa membuat film ini," ujar Joko Anwar, saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Rabu (23/10/2024).

"Saya merasa kalau misalnya dibikin saat saya belum cukup dewasa, mungkin akan tidak sampai apa yang ingin saya sampaikan. Perlu lebih matang dan lebih dewasa dulu," tambah sutradara yang akrab dipanggil Jokan ini.

2. Merekrut aktor-aktris muda

Baca Juga: Transfer Antarrekening Makin Praktis dengan Fitur QRIS Transfer di Aplikasi BRImo

Daya tarik lain dari film ini adalah keterlibatan aktor-aktor muda yang dipercaya menjadi pemeran utamanya.

Pengepungan di Bukit Duri mengambil latar tahun 2027 di saat kondisi masyarakat berada di ambang kehancuran, dipicu oleh diskriminasi dan kebencian rasial.

Di tengah semua itu, ada sekolah bernama SMA Duri, yang isinya adalah para pelajar bermasalah. Edwin (Morgan Oey), guru pengganti di SMA DURI yang dikhususkan untuk siswa-siswi bermasalah, terjebak dalam situasi rumit.

Edwin harus menghadapi pertarungan untuk bertahan hidup ketika sekolah tempatnya mengajar mendadak berubah menjadi ajang pertarungan hidup dan mati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X