PejuangKantoran.com - Tidak berjarak lama dari rilis Siksa Kubur dan series Nightmares and Daydreams, Joko Anwar mengumumkan bahwa ia telah menyelesaikan film terbarunya, Pengepungan di Bukit Duri.
Produksi filmnya yang ke-11 ini juga menandai babak baru dari karir filmnya yang ditandai dengan kolaborasi pertamanya dengan studio Hollywood besar, yaitu: Amazon MGM Studios.
Film yang akan memiliki judul bahasa Inggris The Siege at Thorn High ini merupakan kolaborasi pertama rumah produksi di Asia Tenggara dengan studio Hollywood, Amazon MGM Studios, untuk perilisan film layar lebar.
Baca Juga: Pengguna iPhone, Gunakan Fitur Significant Locations untuk Melacak History Perjalanan Kamu
Ada beberapa hal menarik lainnya dari film garapan sutradara kelahiran Medan, 3 Januari 1976 ini, yaitu:
1. Skenario film ditulis Joko Anwar tahun 2007
Naskah Pengepungan di Bukit Duri bisa dibilang sebagai naskah lama Joko Anwar. Butuh waktu panjang untuk akhirnya meluncurkan film ini, karena berkaitan dengan kedewasaan dirinya sebagai pribadi dan seorang sineas.
"Saya menunggu selama 17 tahun. Setelah 17 tahun menimbang-nimbang dan menajamkan skenarionya, saya merasa baru saat ini cukup dewasa untuk bisa membuat film ini," ujar Joko Anwar, saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Rabu (23/10/2024).
"Saya merasa kalau misalnya dibikin saat saya belum cukup dewasa, mungkin akan tidak sampai apa yang ingin saya sampaikan. Perlu lebih matang dan lebih dewasa dulu," tambah sutradara yang akrab dipanggil Jokan ini.
2. Merekrut aktor-aktris muda
Baca Juga: Transfer Antarrekening Makin Praktis dengan Fitur QRIS Transfer di Aplikasi BRImo
Daya tarik lain dari film ini adalah keterlibatan aktor-aktor muda yang dipercaya menjadi pemeran utamanya.
Pengepungan di Bukit Duri mengambil latar tahun 2027 di saat kondisi masyarakat berada di ambang kehancuran, dipicu oleh diskriminasi dan kebencian rasial.
Di tengah semua itu, ada sekolah bernama SMA Duri, yang isinya adalah para pelajar bermasalah. Edwin (Morgan Oey), guru pengganti di SMA DURI yang dikhususkan untuk siswa-siswi bermasalah, terjebak dalam situasi rumit.
Edwin harus menghadapi pertarungan untuk bertahan hidup ketika sekolah tempatnya mengajar mendadak berubah menjadi ajang pertarungan hidup dan mati.
Artikel Terkait
Menyeduh Teh Tidak Bisa Asal-Asalan. Berikut Ini Cara Menyeduh Yang Benar Agar Hasilnya Optimal
Pembayaran Belanja Online Mending Pakai Pay Pal Atau Kartu Kredit? Simak Fakta-Faktanya!
Penyandang Disabilitas Punya Hak Yang Sama di Fasilitas Umum. Berikut Ini Yang Harus Kamu Pahami
Apa Saja Keuntungan Jika Kamu Mengaktifkan Asuransi Barang Saat Belanja Online? Cek Di Sini!
Baru Paham, Mengapa Paspor Harus Diperpanjang 6 Bulan sebelum Masa Berlakunya Habis
Minat Bekerja di Jepang lewat Program Tokutei Ginou? Lulusan SMA Juga Bisa Ikutan!
Buat yang First Timer ke Singapura, Ini Must Visit Destinasinya!