Selain Morgan Oey, berperan sebagai murid-murid bermasalah adalah Omara Esteghlal, Endy Arfian, Fatih Unru, Satine Zaneta, Dewa Dayana, Florian Rutters, Faris Fadjar Munggaran, Sandy Pradana, Farandika, Raihan Khan, Sheila Kusnadi, Millo Taslim, dan Bima Azriel.
3. Action thriller tanpa meng-glorify kekerasan
Walau menyebut genre film ini adalah action-thriller, Jokan dengan tegas menyebutkan bahwa adegan-adegan laga di sini sama sekali tidak akan mengagungkan kekerasan.
Jenis action yang akan ditampilkan akan lahir dari perkembangan karakter. Rupanya, ini juga yang menjadi alasan mengapa ia butuh waktu dalam mengembangkan cerita dan pendewasaan diri.
Baca Juga: Klaster Usaha Manggis Bhuana Sari Memetik Hasil Manis Buah Manggis Atas Pemberdayaan BRI
Tujuannya agar adegannya tidak meng-highlight kekerasan. Apalagi, mengingat karakter di film ini digambarkan sebagai anak-anak remaja.
“Ketika akhirnya saya siap untuk menggarap ini, salah satu pertanyaan dari Tia Hasibuan (rekanan produsernya di Come and See Pictures) adalah apakah adegan laganya akan malah menonjolkan kekerasan?
"Bagaimana caranya adegan-adegan itu tidak mempromosikan kekerasan,” pungkas Joko Anwar.
Pengepungan di Bukit Duri dijadwalkan untuk tayang pada tahun 2025. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Menyeduh Teh Tidak Bisa Asal-Asalan. Berikut Ini Cara Menyeduh Yang Benar Agar Hasilnya Optimal
Pembayaran Belanja Online Mending Pakai Pay Pal Atau Kartu Kredit? Simak Fakta-Faktanya!
Penyandang Disabilitas Punya Hak Yang Sama di Fasilitas Umum. Berikut Ini Yang Harus Kamu Pahami
Apa Saja Keuntungan Jika Kamu Mengaktifkan Asuransi Barang Saat Belanja Online? Cek Di Sini!
Baru Paham, Mengapa Paspor Harus Diperpanjang 6 Bulan sebelum Masa Berlakunya Habis
Minat Bekerja di Jepang lewat Program Tokutei Ginou? Lulusan SMA Juga Bisa Ikutan!
Buat yang First Timer ke Singapura, Ini Must Visit Destinasinya!