PejuangKantoran.com - Dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, MSc, Jogja-NETPAC Asian Film Festival atau JAFF ke-19 resmi dibuka pada Sabtu (30/11/2024), dengan pemutaran film Samsara.
Festival yang pertama digelar pada tahun 2006 ini berlangsung dari tanggal 30 November hingga 7 Desember, dan menampilkan total 182 film dari 25 negara Asia Pasifik.
Tema yang diangkat dalam JAFF 2024 adalah Metanoia, yang secara harfiah berarti perubahan pikiran. Tema ini diangkat karena dianggap paling sesuai dengan apa yang terjadi dalam perkembangan industri film yang telah mengalami transformasi dan semakin unggul di wilayah Asia.
Baca Juga: BRIGuna Digital Menjadi Strategi untuk Menarik Kembali Nasabah yang Beralih Ke Pinjol
“Malam ini menjadi malam istimewa. Kehadiran dan kebersamaan semua adalah bentuk dukungan terbesar bagi ajang festival seperti JAFF.
“Kepercayaan, kolaborasi, dan kebersamaan adalah kunci untuk membangun ekosistem film, baik di Indonesia, Asia, bahkan di dunia,” ungkap pendiri JAFF Garin Nugroho, saat malam pembukaan di Empire XXI, Yogyakarta, Sabtu (30/11/2024).
Melihat JAFF sebagai salah satu bagian penting dari ekosistem pertumbuhan industri film, Fadli Zon mengakui pencapaian film Indonesia di kancah global merupakan bukti Indonesia sebagai salah satu pusat kreatif.
“Kami (Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia) akan berupaya mendorong distribusi karya-karya ini ke pasar global.
“Saya ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperkuat ekosistem perfilman sebagai medium untuk menyuarakan pesan-pesan universal, memperkenalkan budaya Indonesia, serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang dan penggerak perubahan,” ujarnya.
Sebelum seremoni ditutup dengan penampilan grup Lomba Sihir dan penonton memasuki bioskop untuk menonton Samsara, JAFF 2024 melakukan penyerahan Honorary Awards kepada tiga tokoh besar industri film Indonesia dan Asia.
Baca Juga: Beasiswa Patriot dari Kementrans dan LPDP, Wajib Ikut Pendidikan Militer dan Balik ke Indonesia
Mereka adalah Hendrick Gozali, produser ternama Indonesia, Aruna Vasudev, pendiri NETPAC (Network for the Promotion of Asian Cinema), dan Kim Dong-Ho, pendiri Busan International Film Festival.
Sebelum pemutaran Samsara, produser Gita Fara memperkenalkan kru yang terlibat sekaligus membocorkan bahwa film ini juga akan tampil dalam format lain, yaitu cine-concert.
Dalam format ini penonton bisa menonton film sekaligus menikmati pertunjukan musik Samsara. Rencananya cine-concert ini akan dibawa keliling Indonesia.
“Samsara cine-concert bisa juga dinikmati di GIK UGM tanggal 5 Desember, dan akan dilanjutkan ke Jakarta, lalu keliling ke beberapa kota di Indonesia dan beberapa negara lain,” terang produser peraih Piala Citra 2022 kategori Produser Terbaik ini.
Artikel Terkait
13 Kantor Imigrasi Hanya Terbitkan Paspor Elektronik per 1 Desember 2024, akan Dilakukan di Seluruh Indonesia secara Bertahap
Harga Tiket Pesawat Turun 10% selama Libur Nataru 2024, Ongkos Jakarta-Bali Lebih Murah!
Layanan "Buy Now, Pay Later" Bikin Kamu Membayar 20% Lebih Mahal, Jangan Dibiasakan!
10 Hack Harian di Kantor Untuk Meningkatkan Produktivitas Kerjamu
Apa Alasan Pengusaha dan Buruh Sama-Sama Pertanyakan Formulasi Kenaikan UMP 6,5 Persen?
Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025 dari Pemerintah, Paling Banyak Ada di Bulan Apa?
Panduan Untuk Memberikan Hadiah Akhir Tahun Kepada Klien Perusahaan, Dos dan Don'ts