PejuangKantoran.com - Film Bayang-Bayang Anak Jahanam melibatkan beberapa nama sineas yang cukup menakjubkan karena rata-rata telah memenangkan banyak Piala Citra.
Sebut saja Abel Hurray, pemenang Piala Citra Kategori Scoring Orisinal Terbaik; Rahabi Mandra, pemenang kategori Skenario Adaptasi Terbaik; dan Yudi Datau, peraih 4 Piala Citra kategori Pengarah Sinematografi.
Kontribusi Yudi Datau di film ini tak dipungkiri menjadi highlight karena banyak sekali adegan film yang menampilkan warna-warna estetik yang berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia.
Baca Juga: Ngemil Usai Aktivitas Lari? Boleh Banget, Namun Ikuti Saran dari Sport Nutritionist Ini
Selain itu juga adegan-adegan ekstrim seperti mobil yang jatuh ke jurang, hingga adegan ledakan di karnaval dan minimarket.
“Bayang-Bayang Anak Jahanam ini genre-nya horor. Menurut saya, horor itu adalah perpaduan kecemasan dan ketakutan. (Jadi kita) Memainkan perasaan manusia tentang ketakutan dan kecemasan.
“Itu yang dicoba di-approach dari segi sinematografi film, mulai dari cahaya, kontras, gerakan kamera, dan elemen-elemen lainnya,” ujar Yudi Datau, Director of Photography/DoP alias Penata Kamera Bayang-Bayang Anak Jahanam, saat konferensi pers di CGV Grand Indonesia, Senin (13/1/2024).
Menurutnya, yang menarik dari film ini adalah bagaimana cerita ini bisa relate di masyarakat. Ia pun melakukan riset tentang bagaimana ketika cinta itu bisa berdampingan dengan keputusasaan manusia.
“Ketika putus asa, ada orang yang memilih jalan lain yang dekat dengan dunia magis,” terangnya.
Satu hal yang agak disayangkan dari film berdurasi 78 menit ini adalah alur ceritanya yang kurang digarap mendalam. Perpindahan dari satu babak ke babak berikutnya terasa seperti tidak berkesinambungan.
Minimnya dialog dan konflik yang dipaparkan kurang detail sehingga penonton dibuat bertanya-tanya mengapa respons karakter A seperti ini, mengapa karakter B melakukan itu, hingga mengapa ending dibuat seperti itu.
Namun, ternyata fokus Anami Films sebagai rumah produksinya adalah kualitas produksi yang baik.
“Secara premis, sederhana. Bagaimana jika anak kita benar-benar anak jahanam? Apakah misalnya sebagai orang tua, kita akan tetap menyayanginya?
“Anami Films mungkin tidak akan memproduksi banyak film. Namun, setiap film akan diproduksi dengan tingkat paling maksimal.
Artikel Terkait
14 Langkah yang Harus Kamu Lakukan Untuk Meningkatkan Keterampilan Interpersonal di Kantor
10 Kontribusi BRI yang Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Inklusi Keuangan di 2024
Confirm! Interview T.O.P soal Squid Game 2 akan Tayang di Netflix
Fenomena "Quiet Vacationing": Tren Baru Cuti Diam-diam Dunia Kerja Semakin Populer di Kalangan Pekerja Muda
Keterampilan Memecahkan Masalah di Kantor Perlu Didukung 10 Keterampilan Lain Ini
BRI Bagikan Dividen Interim Rp20,33 Triliun, Tunjukkan Komitmen pada Pemegang Saham dan Negara
Prabowo Resmikan Coretax: Sistem Perpajakan Modern yang Efisien dan Efektif