PejuangKantoran.com - Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment mengumumkan akan mengangkat novel berjudul Lyora: Keajaiban yang Dinanti karya Fenty Effendy ke film layar lebar dengan judul Lyora: Penantian Buah Hati.
Kisah ini diangkat dari kisah nyata Meutya Hafid bersama suami, Fajrie, yang berjuang untuk mendapatkan anak melalui proses bayi tabung.
Meutya, mantan presenter MetroTV yang kini menjadi Menteri Komunikasi dan Digital, sempat mengalami tiga kali keguguran dalam satu tahun. Perjuangan pasangan ini membuahkan hasil ketika Meutya berusia 44 tahun.
Baca Juga: Lowongan Kerja: Social Media & Digital Marketing Specialist di Apical
Lyora: Penantian Buah Hati akan menjadi film yang mengisahkan tentang penantian, keajaiban, dan perjuangan mental seorang wanita yang luar biasa kuat.
Robert Ronny, produser Paragon Pictures, awalnya sering mendengar cerita tentang perjuangan pasangan tersebut melalui istrinya yang kebetulan sahabat Meutya sejak di Metro TV.
Namun, ia tidak langsung berminat untuk mengangkatnya ke film. Setiap kali Meutya bercerita, ia selalu menangis. Namun, ia berubah pikiran setelah membaca novel yang dibagikan di hari ulang tahun pertama sang anak, Lyora.
Buku memoir itu dibagikan kepada semua tamu yang hadir saat pesta ulang tahun pertama Lyora. Buku ini tidak dijual ke publik, dan hanya dibagikan di antara teman-teman terdekat Meutya Hafid sebagai inspirasi dan kenang-kenangan.
“Tetapi buku itu ternyata beredar luas, sampai dipajang di banyak rumah sakit yang mempunyai program IVF,” papar sutradara yang akrab disapa Robron ini saat konferensi pers di International Design School Kemang, Jakarta, Jumat (17/1/2025).
“Meutya juga kemudian sering diundang sebagai pembicara untuk membagikan perjuangannya mendapatkan anak melalui proses IVF ini.”
Baca Juga: Layanan Keuangan bagi Pekerja Migran Semakin Mudah berkat Jaringan Global BRI yang Luas
Dari situ, Robron menyadari bahwa isu fertilitas di Indonesia sebenarnya cukup serius. Gangguan reproduksi ini menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk hamil.
Stigma negatif
Dari riset yang ia dapat, ternyata 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami infertilitas. Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, di Indonesia ada 10-15 persen atau 4-6 juta pasangan dari 39,8 juta pasangan usia subur yang mengalami infertilitas.
Hal ini diperparah dengan stigma negatif di Indonesia mengenai perempuan yang tidak bisa mempunyai anak.
Artikel Terkait
Ukuran Feed Instagram yang Baru Bikin Pengguna Kagok, Gimana Cara Mengubah Tampilannya?
Peruntungan Pekerjaan 12 Shio di Tahun Ular Kayu, Gimana Nasib Kamu?
4 Film dari Rumah Produksi Prilly Latuconsina yang Bakal Tayang 2025, Pemainnya Nggak Kaleng-kaleng!
Tips Imiah Langkah-langkah untuk Menurunkan Berat Badan dengan Cepat dan Berkelanjutan
Dukung Asta Cita, BRI Dorong Pemerataan Ekonomi dan Sediakan Lapangan Kerja Berkualitas dengan AgenBRILink
Apa Itu Bekerja dengan Passion dan Bagaimana Cara Menemukan Passion Kamu dalam Bekerja?
Ketakutan Akan Gagal Itu Bahaya Tak Boleh Dipelihara, Berikut Ini Ciri-Cirinya!
Lowongan Kerja di UN Women Sebagai Copy Editor, Full WFH