PejuangKantoran.com - Sebagai rumah produksi, Miles Films tidak terlalu banyak merilis film sejak didirikan 30 tahun yang lalu. Bahkan film Rangga dan Cinta yang dirilis Miles Films untuk tahun 2025 ini, baru merupakan film ke-21.
Tentu saja, ada banyak faktor penyebabnya. Salah satu faktor penting adalah proses mencari partner kerja sama yang harus satu visi, sehingga pengerjaan produksi bisa berjalan dalam semangat dan lingkungan yang menyenangkan.
“Jadi, bisa dihitung ya (Miles Films) bikin filmnya tidak sering. Bagi kami, untuk bisa mendapatkan partner-partner, terutama financing partner, yang mau mendukung film seperti Rangga dan Cinta ini sangat saya hargai.
Baca Juga: Tim Elang Relawan BRI Serahkan Langsung Bantuan bagi Warga Jabodetabek yang Terdampak Banjir
“Karena film musikal bukanlah genre yang paling populer saat ini,” ungkap Mira Lesmana, saat konferensi pers Rangga dan Cinta: The Rebirth of Ada Apa Dengan Cinta? di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2025).
Melalui konferensi pers ini juga, produser yang juga kakak musisi Indra Lesmana ini mengumumkan partner kolaborasinya yang terdiri atas SCM (Surya Citra Media), Trinity Entertainment Network, Imajinari, Jagartha, dag, Barunson E&A. Selain itu juga investor perorangan, yaitu Melyana Tjahyadikarta, Ignatius Andy, dan Niken Rachmad.
Bersama sembilan partner ini, Mira sepakat bahwa film Rangga dan Cinta merupakan momentum yang baik untuk melahirkan kembali film yang merayakan masa-masa indah di SMA.
Film Rangga dan Cinta juga bisa dibilang sebagai terobosan yang berani karena jajaran pemerannya yang rata-rata baru pertama atau dua kali akting.
Hal ini sebenarnya dilakukan juga pada film Ada Apa Dengan Cinta? pertama yang memperkenalkan sosok Nicholas Saputra, Sissy Prescillia, dan Adinia Wirasti.
“Juga saya mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada para partner jika kita sepakat untuk harus selalu mencari wajah-wajah baru untuk perfilman Indonesia.
Baca Juga: Program Desa BRILiaN 2025 Mendukung Asta Cita dalam Membangun dan Memberdayakan Desa
“Ini bukan sesuatu yang mudah karena biasanya orang akan bertanya bintangnya siapa, sementara pemain di Rangga dan Cinta rata-rata pemain baru!” ujarnya lebih lanjut.
Proses mencari pemain-pemain baru ini memang bukan hal yang mudah. Butuh waktu enam bulan bagi Mira Lesmana, Riri Riza, dan Nicholas Saputra, yang bergabung sebagai produser, untuk mencari pemain-pemain baru yang bisa membentuk ensemble yang pas dalam tangkapan kamera.
“Kalau proses pencariannya, mungkin sedikit lebih dari enam bulan. Cukup menantang! Jadi, ada istilah ensemble. Kita tidak bisa sesederhana kita sudah menemukan Rangga dan Cinta yang ideal,” timpal Riri Riza, yang akan bertindak sebagai sutradara.
“Secara komposisi, selalu kita cari berdasarkan bagaimana kami menemukan yang lain. Atau sebaliknya. Di film, kalau dilihat dari komposisinya, selalu ada keseimbangan chemistry serta usia dan fisiknya.
Artikel Terkait
7 Tempat Ngabuburit Seru dan Hits di Jakarta yang Wajib Kamu Kunjungi
Kabar Gembira! 150 Karyawan Sritex yang Di-PHK Kembali Dipekerjakan, Ribuan Pekerja Lainnya Akan Segera Menyusul
Tips Melakukan Aktivitas Ringan di Kursi Kerja Saat Puasa Ramadhan Agar Kantuk dan Lemas Hilang
Perbedaan Penting Time Management dan Energy Management. Mana yang Terkait dengan Fokus dan Kreatifitas?
5 Aturan Tak Tertulis saat Bekerja di Kafe yang Harus Kamu Patuhi, Jangan Jadi Pengunjung yang Menyebalkan!
10 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membuat Ingatan Jadi Menurun, Salah Satunya Multitasking
Adopsi GenAI di Indonesia Meningkat Pesat, Namun Keterwakilan Perempuan Masih Tertinggal