Kue-Kue Khas Lebaran ini Bukan Asli Indonesia! Ada yang Diubah Ukurannya, Ada yang Diubah Isinya

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 20 Maret 2025 | 16:05 WIB
Kue nastar aslinya bukan dari Indonesia dan bukan berisi selai nanas. (Sakura Midori)
Kue nastar aslinya bukan dari Indonesia dan bukan berisi selai nanas. (Sakura Midori)

Pejuangkantoran.com – Hari Raya Idul Fitri atau lebaran sudah dekat. Hari raya kemenangan bagi umat muslim setelah berpuasa selama satu bulan lamanya ini dirayakan dengan meriah. Bersilaturahmi, mengunjungi kerabat, teman, dan tetangga dalam rangka bermaaf-maafan sudah menjadi tradisi di beberapa belah bumi ini, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, salah satu ciri khas saat perayaan lebaran adalah aneka suguhan kue-kue kering. Hampir di setiap rumah, suguhan kue kering ini sama. Sampai-sampai beberapa kue disebut sebagai kue lebaran karena selalu ada di setiap rumah sebagai suguhan.

Kue-kue itu adalah kue nastar, kastengel, lidah kucing, dan putri salju. Dan uniknya, semua kue ini bukanlah asli Indonesia. Yuk kita Simak sejarahnya!

 

Kue nastar

Nastar merupakan kue kering yang berisikan selai nanas. Nastar berasal dari Belanda. Seperti yang ditulis Kompas.com yang melansir laman Indonesian Chef Association (7/5/2021), nama nastar merupakan gabungan dari bahasa Belanda yakni ananas yang berarti nanas dan taartjes atau tart yang berarti kue.

Resep nastar terinspirasi dari olahan pie ala Belanda yang dibuat dalam loyang-loyang besar dengan isian berupa selai blueberry, apel juga stroberi.

Di zaman kolonial dulu, ketika orang Belanda yang datang ke nusantara ingin membuat kue pie tersebut, mereka kesusahan mencari blueberry, stroberi dan apel.  

Mereka lalu menggganti buah-buahan tersebut dengan buah yang mudah ditemui di tanah air yaitu nanas. Cita rasa nanas yang asam, manis dan segar sesuai dengan citarasa dari stroberi dan apel.

Baca Juga: Libur Nasional dan Cuti Bersama Lebaran 2025 Total Mencapai 8 Hari, Ini Jadwalnya!

Kue lidah kucing

Kue yang berbentuk tipis memanjang oval ini teksturnya garing dan renyah. Rasa butter-nya akan menguat saat kue ini lumer di dalam mulut.

Kue ini berasal dari negeri Belanda dan menjadi camilan menemani minum teh. Lidah kucing dibawa ke Indonesia di masa kolonial.

Kue ini waktu itu diproduksi oleh perusahaan di Belanda bernama Küfferle, yang saat ini bernama Lindt & Sprüngli, perusahaan kuliner terkenal asal Swiss.

Nama lidah kucing diambil dari nama aslinya dalam bahasa Belanda, kattentongen yang artinya adalah lidah kucing. Dinamakan kue lidah kucing karena bentuk dan ukuran dari kue ini yang dinilai mirip dengan bentuk dari lidah kucing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Wikipedia, kompas.com, stekom.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X